18th Apr, 2009

PROFILE ITIK MOJOSARI

itik mojosari jantanIbarat pepatah “tak kenal maka tak sayang” itulah yang menjadi inspirasi kami untuk menulis artikel ini. Tujuannya tidak lain hanyalah untuk mengenalkan jenis itik lokal kepada masyarakat karena kebanyakan masyarakat kita masih belum mengetahui jenis-jenis itik lokal type petelur. Yang mereka tahu kalau itik coklat yang berdirinya seperti botol maka itu jenis itik petelur (ada yang menyebutnya bebek wek). Maka, pada kesempatan kali ini kami ingin memperkenalkan kepada pembaca sekalian salah satu jenis itik lokal petelur unggul yaitu itik mojosari.

Itik Mojosari merupakan salah satu itik lokal petelur unggul yang berasal dari kecamatan Mojosari kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Itik ini produksinya lebih tinggi dari pada itik Tegal. Itik Mojosari berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha ternak itik komersial, baik pada lingkungan tradisional maupun intensif. Bentuk badan itik Mojosari relatif lebih kecil dibandingkan dengan itik petelur lokal lainnya, tetapi telurnya cukup besar, enak rasanya dan digemari konsumen.

Ciri-ciri umum itik Mojosari, antara lain :

  1. Postur tubuh sama dengan itik tegal, hanya umumnya lebih kecil
  2. Warna bulu kemerahan dengan variasi coklat kehitaman, pada itik jantan ada 1-2 bulu ekor yang melengkung ke atas dengan warna paruh dan kakinya lebih hitam dibandingkan dengan itik betina
  3. Tidak memiliki sifat mengerami telurnya sendiri
  4. Berat badan dewasa rata-rata 1,7 kg
  5. Produksi telur rata-rata 200-220 butir/tahun
  6. Berat telur rata-rata 65-70 gram
  7. Warna kerabang telur biru kehijauan
  8. Masa produksi 11 bulan/tahun
  9. Mulai bertelur ketika umur 6 bulan dengan tingkat kestabilan produksi dimulai saat berumur 7 bulan
  10. Dengan perawatan yang baik produksi perhari dapat mencapai rata-rata 70-80% dari seluruh populasi
  11. Itik Mojosari yang bertelur pertama kali pada umur 25 minggu memiliki masa produksi lebih lama, bisa sampai 3 periode masa produktif

Corak warna

  1. Warna branjangan, yaitu itik yang mempunyai bulu coklat muda dihiasi dengan lurik-lurik hitam seperti burung branjangan
  2. Warna jarakan, yaitu itik yang mempunyai warna bulu lurik-lurik hitam, kalau ada kalung putih disebut jarakan belang
  3. Warna bosokan, yaitu itik yang mempunyai warna bulu seolah-olah hitam ketika masih meri (DOD), tetapi setelah besar sedikit demi sedikit berwarna coklat tua
  4. Warna gambiran, yaitu itik yang mempunyai warna bulu campur hitam dan putih



Adaptasi itik mojosari di ibu kota Jakarta

Laporan Hasil Kegiatan Gelar Teknologi Penerapan Sistem Usahatani Itik Petelur dl DKI Jakarta tahun 2000 bahwa Itik Mojosari cukup beradaptasi di DKI Jakarta. Hasil pengkajian IP2TP Jakarta di Wilayah Kelurahan Rorotan Jakarta Utara menunjukkan bahwa itik ini mampu berproduksi sekitar 203 butir per tahun, lebih tinggi dari itik lokal yang berproduksi sekitar 188 butir per tahun. Hasil tersebut diperoleh dengan pemberian pakan sebanyak 150 gram/ekor/hari. Pakan yang diberikan memiliki kandungan protein 21% dan energi untuk bertelur sebesar 2.970 kilo kalori per kg. Kualitas telur yang dihasilkan cukup baik dilihat dari ukuran, warna kuning telur, tebal kerabang dan kekentalan putih telurnya. Berat telurnya rata-rata sekitar 64,5 gram per butir. Kecocokan itik Mojosari di Wilayah DKI Jakarta, juga dapat dilihat dari tingkat kematian yang hanya 0,75% dan kekebalan yang lebih tinggi terhadap penyakit dan parasit.

Potensi untuk dikembangkan

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh itik mojosari, maka tak heran kalau itik ini menjadi objek uji coba untuk pengembangan itik lokal. Pada tahun 1996, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor menemukan hasil persilangan dua itik lokal (mojosari dan alabio) yang keturunannya lebih baik dari tetuanya. Pada tahun 2002 diadakan kerjasama antara Balitnak Ciawi Bogor dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) kambing domba dan itik Pelaihari, Kalimantan Selatan untuk mengembangkan hasil persilangan tersebut dan hasilnya sangat memuaskan.

Hasil persilangan itik tersebut diberi nama ITIK HIBRIDA RAJA (ada sebagian daerah menyebutnya dengan itik MA atau AM). Dinamakan itik raja karena itik ini mempunyai keunggulan pertumbuhan yang lebih cepat daripada itik jantan lainnya, dagingnya lebih tebal dan aromanya tidak terlalu amis seperti itik lainnya. Keunggulan lain adalah daya kekebalan tubuh terhadap penyakit dan lebih tahan stress baik akibat perubahan cuaca maupun suara bising. Untuk laju pertumbuhannya juga tak perlu diragukan lagi, yaitu bisa mencapai berat 1,2-1,4 kg dalam kurun waktu 6 minggu. Sehingga tak salah kalau itik raja ini menjadi promadona saat sekarang ini.

Silahkan mengcopy isi artikel ini sebgaian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Anda bisa mendapatkan DOD itik mojosari dengan menghubungi bagian pemasaran :
Sentralternak, phone :

+62341 9127374 (Flexy)
+6281 555 640 540 (Indosat)
+62812 33 363618 (Telkomsel)
+62819 451145 90 (XL)
+62881 335 11 36 (Smart)

Kesempatan emas untuk belajar peternakan telah datang. Telah di buka pendaftaran pelatihan agribisnis GRATIS dengan bidang usaha sebagai berikut :

  • Usaha Holtikultura
  • Usaha Perikanan
  • Usaha Peternakan
  • Usaha Mekanisasi pertanian
  • Usaha PengelolaanHasil Pertanian
  • Usaha Perkebunan

Untuk informasi silahkan menghubungi :

UPT PKPPTKLN Wonojati
Jl. Raya Mondoroko No. 1 Singosari - Malang
Telp. (0341) 458951 fax : (0341) 458359
Contact person : Bpk. Daru Ali Mas’ud

Jangan biarkan kesempatan emas anda lewatkan. Jadilah penangkap kesempatan dan raihlah kesuksesan. Biar lebih manfaat, beritahukan iklan ini pada orang lain.

Tak terasa hampir dua bulan lebih kami tidak menyapa pembaca semua baik dengan menulis artikel atau lainnya. Itu semua tidak lain adalah kesibukan kami dengan sedikit lebih fokus kepada membuat program baru agar lebih bermanfaat bagi kita semua. Syukur alhamdulillah, dari pemikiran kami muncul ide program WISATA TERNAK yang kami menilainya sebagai pengganti program yang pernah berjalan selama kurang lebih empat bulanan yaitu training on-line gratis. Mudah-mudahan kami bisa tetap komitmen di sektor peternakan dan harapan kami adalah adalah sentralternak milik kita bersama, mari kita dukung dan kembangkan.

Untuk artikel pertama setelah libur panjang tidak menulis, kami akan mengangkat tema penetasan telur. Banyak sudah pertanyaan via kontak langsung, email, sms, yang menanyakan tentang tingkat keberhasilan dalam uji coba mesin penetas telur yang dibelinya baik dari kami secara langsung atau dari tempat/produsen lain. Kebanyakan dari mereka hanya berhasil menetas 40-60% dari jumlah telur yang fertil (selanjutnya disebut dengan daya tetas). Mereka tidak puas dengan hasil tersebut dan ingin mengetahui penyebab kurang berhasilnya proses penetasan tersebut.

Secara umum kami menjawab, “daya tetas 40-60% untuk seorang pemula yang baru kali pertama mengoperasikan mesin penetas telur adalah sudah cukup berhasil. Yang berpengalaman saja (5, 10, bahkan 15 tahun) mungkin hanya mampu mencapai angka 80-90% dan kadang lebih rendah dari itu. Kami dulu ketika baru mengenal mesin penetas telur pada awal-awal kuliah hanya berhasil mencapai angka yang sama. Padahal teori sudah kami peroleh baik secara otodidak maupun penjelasan langsung bapak/ibu dosen pengajar. Bahkan pernah suatu kali kami mengalami kegagalan total dalam suatu proses penetasan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan mengambil pelajaran dari kejadian yang terjadi hasil tersebut bisa meningkat”. Nah untuk itu kami akan berbagi pengalaman dengan pembaca semua agar pengalaman kita bisa bermanfaat bagi orang lain.

Untuk memperoleh persentase hasil daya tetas yang memuaskan ada beberapa langkah yang bisa ditempuh, antara lain :

Menyeleksi telur tetas
Di sini kami tidak akan membahas cara pemilihan telur tetas karena pembahasan tersebut sudah pernah kami tulis sebelumnya di situs ini dan bisa di buka pada kolom artikel. Inti pembahasan bab ini adalah mencari dan memilih telur yang baik untuk ditetaskan yang meliputi penyeleksian terhadap bentuk telur, kebersihan kulit telur, besar kecilnya telur, keberadaan kantung udara, sex ratio jantan dan betina, dan lama penyimpanan telur.

Pengelolaan telur sebelum dimasukkan mesin penetas telur
Cara menyimpanan telur yang baik adalah telur diletakkan dengan ujung yang tumpul berada di bagian atas. Suhu ideal penyimpanan antara 5-15°C. Di bawah batas tersebut embrio bisa mati dan di atas kisaran suhu tersebut embrio bisa berkembang dan menyebabkan penetasan yang lebih cepat. Cara pengelolaan telur sebelum dimasukkan mesin penatas lainnya adalah dengan membersihkan kulit telur dari kotoran dan juga menyucihamakan telur dengan desinfektan.

Lokasi penempatan mesin penetas
Mesin tetas hendaknya ditempatkan pada ruangan yang terlindung dari sinar matahari atau terpaan angin. Yang ideal adalah di tempat yang tertutup atau kalau bisa tersembunyi, gelap akan tetapi masih mempunyai sirkulasi udara yang baik. Kondisi ini seperti halnya keadaan seekor induk betina sedang mengeram dan mungkinkah seekor induk betina mengeram di tempat yang terang? Untuk itu jangan sekali-kali menempatkan mesin penetas telur di depan atau belakang rumah, di depan pintu keluar masuk orang, dekat kamar mandi, dan di dekat dapur.

Sumber panas
Sumber panas mesin penetas telur bermacam-macam, ada yang memakai lampu templok (minyak tanah), briket batubara, listrik (bolam, nikelin, elemen magic jar), dan lain sebagainya. Kita perlu mempunyai cadangan sumber panas tersebut minimal satu unit untuk berjaga-jaga apabila sumber panas utama ada masalah. Mesin tetas semi modern atau modern biasanya sudah menggunakan double pemanas seperti kombinasi listrik dengan minyak tanah atau lainnya. Karena kebanyakan pada saat sekarang sumber panas yang digunakan adalah listrik maka bisa menyediakan cadangan minyak tanah, UPS, Genset atau diesel untuk mesin penetas telur kapasitas besar.

Persiapan mesin penetas telur
Satu hari sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin penetas telur, sebaiknya ruangan mesin telah disucihamakan dengan desinfektan. Banyak sudah jenis desinfektan yang ditawarkan oleh produsen obat dan kami tidak akan menyebutkannya di sini. Kotoran-kotoran yang melekat pada alas lantai mesin, rak pengeraman, dan dinding mesin dari sisa proses penetasan sebelumnya perlu dibersihkan juga. Setelah proses penyucihamaan selesai mesin ditutup kemudian mesin bisa dinyalakan dan dibiarkan sampai tercipta suhu yang stabil yaitu antara 38-40°C.

Mengatur temperatur dan kelembaban
Suhu pada mesin disetting berkisar antara 38-40°C dengan cara mengatur thermoregulator atau thermostatnya. Sedangkan kelembaban disetting pada kisaran antara 50-60%. Tempatkan thermometer dan hygrometer pada tempat yang mudah terlihat. Kami menyarankan untuk memakai thermometer yang terbuat dari air raksa dan kalau memungkinkan mempunyai double thermometer untuk pengecekan suhu karena bisa jadi thermometer yang kita miliki kurang keakuratannya.

Mengatur Sirkulasi Udara
Pada setiap mesin tetas biasanya selalu diberi ventilasi udara agar dapat terjadi pertukaran udara di dalam mesin dengan udara luar. Ventilasi udara dibuka mulai hari ke-4 sedikit demi sedikit sampai pada hari ke-7 lubang ventilasi sudah terbuka penuh. Untuk mesin penetas semi modern biasanya sudah disertai dengan fan (kipas) untuk membantu pemerataan panas dalam mesin dan membuang udara jika diperlukan.

Meneropong telur (candling)
Banyak anggapan bahwa setiap telur yang kita masukkan ke dalam mesin penetas telur akan menetas. Sebagian mereka tidak mengetahui bahwa hanya telur yang fertil saja (dibuahi) yang bisa menetas. Peneropongan terlur berfungsi untuk mengetahui jumlah telur yang infertil (tidak dibuahi), telur yang fertil, embrio yang tumbuh dan embrio yang mati. Pada perlakuan penetasan telur ayam kampung, peneropongan telur dilakukan minimal tiga (3) kali yaitu pada hari ke-3, 14, dan 18. Telur yang infertil atau mati embrio perlu dikeluarkan dari mesin penetas telur. Telur yang infertil masih bisa dikonsumsi sedangkan telur yang mati embrio bisa untuk campuran pakan ternak.

Memutar telur tetas
Kegiatan ini memang sangat menjemukan dan membutuhkan kesabaran. Pemutaran telur dilakukan mulai hari ke-4 sampai hari ke-18 untuk telur ayam kampung. Dalam satu hari minimal 3 kali telur dibalik. Kalau ingin hasil yang lebih baik telur bisa dibalik setiap 3 atau 4 jam sekali. Berdasarkan pengalaman sebagian penetas di Purwokerto, pembalikan telur setiap 3 jam sekali memberikan daya tetas sampai 90%.

Pendinginan telur
Kadang kita melihat seekor induk ayam akan meninggalkan sarang bertelurnya untuk mencari makan atau sekedar bergulung-gulung di tanah atau pasir. Tingkah laku tersebut bertujuan untuk mendinginkan telur. Pendinginan telur pada mesin penetas telur dilakukan saat kita melakukan peneropongan telur. Atau bisa juga untuk sesekali waktu kita buka pintu mesin penetas. Lama pendinginan telur bisa antara 10-15 menit.

Menjelang menetas
Saat ini disebut dengan periode kritis ke-2 dan biasanya banyak penetas yang gagal dalam menghadapinya. Pada tiga hari terakhir sebaiknya telur tidak perlu dibalik/diputar lagi. Kelembaban perlu dinaikkan sedikit untuk membantu proses retaknya cangkang (pipping) dengan cara penyemprotan telur dengan sprayer atau lainnya. Suhu perlu dipertahankan agar tetap stabil dan menghindari agar tidak terjadi kematian pada sumber pemanas (PLN atau lainnya).

Masa Transisi
Ketika anak ayam sudah menetas biarkan beberapa jam sampai bulu-bulunya mulai mengering dan segera pindah ke tempat lain yang telah dipersiapkan seperti kardus, box yang diberi alas jerami atau box khusus dengan pemanas sekalian. Jangan biarkan anak ayam terlalu lama dalam mesin penetas karena bisa menghalangi telur lainnya untuk proses menatas. Kebanyakan dari kita membiarkan anak ayam menetas semua dan tidak mengeluarkan anak ayam yang menetas lebih awal. Sehingga anak ayam yang menetas lebih awal akan mengalami dehidrasi dan akhirnya mati lemas.

Insyaallah dengan memperhatikan beberapa hal di atas proses penetasan kita akan berhasil dengan baik. Akan tetapi itu semua adalah usaha kita, hasil tetap berada di tangan Allah SWT. Oleh karena itu setelah daya dan upaya kita kerahkan jangan lupa untuk berdoa kepada Yang Maha Pemberi Rizki agar penetasan kita berhasil dan bisa mendapatkan keuntungan yang maskimal. Selamat mencoba dan semoga kesuksesan selalu menyertai anda*(SPt)

Silahkan mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com saran dan kritik bisa di sampaikan melalui email : sentralternak@yahoo.com

Pertanyaan : Maaf pak Agus mengganggu, keinginan saya buka bisnis dengan modal kecil. kira2 usaha apa yang baik untuk saya?? saya suka binatang ternak seperti sapi atau ikan, di daerah saya banyak kelapa, dan saya berminat untuk bikin minyak dari kelapa tetapi yang jadi kendala bagaimana cara membuat dan bahan apa campuran dari minyak kelapa tsb dan bgm cara mengawetkan minyak kelapa biar tahan lama?? tolong saya ya pak, saya pingin buka usaha sendiri bgm cara memulainya??

Jawab : Mohon maaf Bu, kami belum mengarah dan bukan ahli bisnis di luar sektor peternakan. Tapi mungkin saran kami berikut bermanfaat bagi kita semua. Coba ibu membeli tabloid peluang usaha (terbit 2 minggu sekali), Insyaallah di sana akan banyak ditemukan ide usaha baru dan alat-alat yang dibutuhkan untuk usaha. Untuk produk kelapa, ibu bisa membikinnya menjadi VCO dan itu juga sudah alatnya. Tapi saya agak kurang pengetahuan tentang hal itu. Bisa juga ibu membeli buku pengolahan VCO yang diterbitkan PT Penebar Swadaya atau penerbit lainnya kalau Ibu masih ingin bergerak di bidang per kelapa-an. Untuk sabut, ibu bisa membuatnya menjadi keset, lumayan mahal lho bu keset dari sabut kelapa, dan untuk batok kalau ibu bisa berkreasi membuatnya menjadi kancing baju atau mainan anak. Kalau ibu punya tanaman sendiri, batang lidinya yang tua kan bisa dijual sebagai sapu atau kadang-kadang perlu juga menjual janur mudanya untuk acara walimah/pesta kan juga bisa sebagai penghasilan tambahan. Jadi banyak yang bisa diusahakan dari produk kelapa. semoga bermanfaat dan trims*(SPt)

7th Mar, 2009

Wisata Ternak ?

Seiring dengan berjalannya waktu dan respon positif dari para pengunjung terhadap keberadaan sentralternak, kami juga ingin memberikan respon balik kepada para pengunjung. Banyak sudah permintaan dari para pengunjung untuk bisa mengikuti pelatihan (training) cara beternak dan yang lainnya baik yang bersifat reguler atau bahkan privat. Kami merasa terbebani dengan semua permintaan pengunjung semua karena kami belum bisa merealisasikan keinginan tersebut.

Untuk itu kami akan membuka sebuah program baru yang kami beri nama WISATA TERNAK. Secara sekilas program ini mirip dengan kegiatan kunjungan lapang (field trip) yaitu berkunjung ke tempat peternakan yang sudah berhasil dan sukses untuk menggali informasi lebih jauh. Di sana kita akan mendapat penjelasan tentang cara beternak yang baik mulai pemilihan bibit, pakan, perkandangan, sampai jalur pemasarannya. Anda bisa melihat langsung jenis ternaknya yang mungkin selama ini belum melihatnya. Peternakan yang akan dikunjungi berada di sekitar Malang, Blitar, dan Kediri.

Dan yang lebih penting dari itu semua adalah usaha untuk mempertemukan para peternak yang notabene berasal dari beberapa daerah sehingga bisa menjalin komunikasi antar peternak. Nah, kami menunggu saran dan kritik dari anda semua terhadap program baru kami ini. Kami tunggu respon anda di email : sentralternak@yahoo.com, bisa juga melalui SMS di (0341) 9127374 atau 081.555.640.540.

SARAN dan RESPON ANDA SANGAT BERHARGA BAGI KITA SEMUA 

Categories