Setelah munculnya kasus flu burung terutama yang menyerang itik, agak sedikit berimbas pada pengiriman bibit unggas ke luar pulau. Beberapa wilayah menutup jalur pengiriman unggas terutama untuk komoditi ternak itik seperti wilayah Makasar, Balikpapan dan Tarakan. Sedang untuk wilayah lain masih tetap membolehkan pengiriman bibit unggas tapi harus disertai dengan syarat yang ketat diantaranya DOD yang di kirim harus melalui uji laboratorium terlebih dahulu untuk mendeteksi adanya virus flu burung pada ternak yang bersangkutan.
Akibat dari kebijakan itu banyak rekan-rekan produsen/suplayer bibit unggas (DOC dan DOD) yang mengalami kesulitan dalam mengirim bibit ternak nya ke luar pulau. Maklum, mungkin selama ini banyak rekan produsen bibit yang memakai surat ASPAL (ASli tapi PALsu) untuk pengiriman bibit ke luar pulau. Terdengar oleh kami ada yang ternaknya di tahan, ada yang mau di perkarakan karena dokumen aspal, ada yang barangnya di kembalikan ke daerah asal bibit, dan kabar lainnya. Alhamdulillah kami selaku salah satu suplayer bibit unggas tetap exis baik sebelum terjadinya kasus flu burung, sedang berlangsungnya kasus flu burung dan sampai sekarang tetap melakukan pengiriman bibit unggas ke luar pulau.