Pertanyaan : Bapak pengasuh, saya tertarik untuk usaha di bidang peternakan. Namun saya masih sangat awam. Dan saya masih punya modal sangat kecil (kurang dari Rp. 5jt). Kira-kira jenis usaha ternak seperti apa yang cocok dengan modal seperti itu? Bagaimana saya harus memulainya? Terimakasih atas perhatiannya (Abu Auliya, Bogor)
Jawab : Kami senang dengan pertanyaan Bapak Abu Auliya, paling tidak Bapak berkeinginan untuk tahu tentang dunia ternak. Dunia peternakan terbagi menjadi empat kelompok, yaitu ternak unggas, ternak potong, ternak perah dan aneka ternak. Masing-masing dari kelompok tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk memulai beternak secara mandiri paling tidak mempunyai modal senang dan hoby dengan ternak tersebut. Mana mungkin kita terjun di suatu bidang tapi kita tidang senang dan tidak hoby dengan bidang tersebut. Seorang pengusaha yang sukses rata-rata memulai bisnis mereka dengan hal-hal yang mereka senangi.
Untuk masalah modal, sebenarnya sangat relatif. Modal sebesar Rp 5 jt kalau diinvestasikan pada ternak potong atau perah paling hanya mendapat 1 ekor sapi bahkan bisa kurang. Kalau diinvestasikan pada ternak unggas paling tidak bisa memelihara 500 ekor ayam pedaging, atau 800-900 ekor ayam kampung, atau 600-700 ekor itik petelur. Kalau diinvestasikan pada ternak kelinci bisa dapat 60-70 ekor kelinci. Terus mana yang akan kita pilih ???
Untuk memulai usaha baru harus benar-benar dengan tekad yang baru pula. Bak pepatah mengharap hujan turun, air di tempayan ditumpahkan, artinya : memburu sesuatu yang belum jelas sedangkan sesuatu yang sudah jelas kita abaikan atau tinggalkan. Ada pepatah yang lain yaitu jangan menaruh telur dalam satu keranjang, artinya : kalau kita berbisnis kalau bisa jangan berbisnis di satu sumber saja. Karena kalau satu sumber itu sedang seret atau macet maka kita akan pailit dan jatuh. Bagaimana kalau kita membawa semua telur yang kita miliki dalam satu keranjang kemudian kita bawa ke pasar dan ketika di tengah perjalanan kita mengalami kecelakaan? maka jawabannya adalah telur itu akan pecah semuanya, atau hanya sedikit yang selamat dan telur yang selamat tadi kalau kita buat modal untuk membeli telur baru tidak akan mendapatkan jumlah telur yang sama seperti yang kita bawa tadi. Kesimpulannya : mencoba usaha baru adalah baik tapi yang lebih baik lagi kalau kita tahu ilmunya sebelum berbuat. Semoga bermanfaat*(SPt)