7th Oct, 2008

Ternak Kurban 1429 H

kambing etawah, kambing kurbanwww.sentralternak.com, Para netter yang budiman, tidak terasa hari raya pertama ummat Islam telah berlalu. Sekarang kita dihadapkan pada hari raya kedua ummat ini yaitu ‘Iedul Adha. Maka dari itu perkenanlah kami untuk mengisi lembar ini dengan satu tema yang mudah-mudahan bermanfaat dalam waktu dekat ini. Ya, tema tentang bagaimana berkurban menurut syariat. Kami mengajak kepada pembaca bersama-sama untuk mengetahui lebih jauh bagaimana memilih ternak kurban, mengetahui ternak yang musinnah (poel), ternak ideal untuk kurban, ternak cacat, dan bagaimana hukum berkurban dengan ternak yang di kebiri (kastrasi). Pembahasan tema ini tidak lain hanya sebatas kapasitas kami yang sedikit mengetahui tentang masalah ini. Semoga bermanfaat

Memilih Ternak Kurban
Menurut perkataan sebagian orang, “yang penting memotong kurban setiap tahun, lebih besar lebih bagus.” Itulah sebagian ucapan orang-orang yang belum tahu akan ilmu. Tahukah anda bahwa ada penelitian yang telah dilakukan oleh staf pengajar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1986, hasil penelitian tersebut memberikan kesimpulan akhir yang cukup mengejutkan kita. Bagaimana tidak, sebanyak ± 81% ternak kurban yang disembelih ketika ‘iedul kurban belum musinnah (poel) artinya belum memenuhi syarat. Dan keadaan ini diduga masih terus berlanjut sampai saat ini. Kejadian ini diduga karena hal-hal sebagai berikut :
1. Para kurbawan belum mengetahui secara baik tentang ilmu memilih ternak kurban yang baik dan sesuai syariat
2. Daya beli para kurbawan kebanyakan yang masih mengedepankan harga murah, asal dapat banyak.
3. Para kurbawan terlalu percaya pada pedagang/perantara atau semisalnya
4. Kecurangan para pedagang/lainnya, misalnya dengan mencabut gigi ternak sehingga mereka bisa beralasan bahwa ternak yang dijualnya telah musinnah (poel) dan harganya pun menjadi mahal .

Dari gambaran di atas, maka perlu bagi kita untuk lebih jauh mengetahui bagaimana memilih ternak kurban yang sesuai dengan syariat, sehingga kurban kita diterima oleh Allah swt sebagai amal shalih. Amin.

Pengertian Ternak yang Musinnah (poel)
Ternak yang musinnah ditunjukkan dengan bergantinya gigi susu (sementara) dengan gigi seri (permanen). Gigi susu memiliki ciri antara lain : berukuran kecil, nampak rapi dan terkesan seragam, sedangkan gigi seri memiliki ciri antara lain : berukuran lebih besar, lebih lebar, dan lebih tinggi. Perlu diketahui bahwa ternak-ternak kurban seperti sapi, unta, domba dan kambing hanya memiliki gigi seri pada rahang bagian bawah. Gigi seri terdapat 8 buah atau 4 pasang. Dalam praktek di lapangan, keberadaan gigi seri ini sangat membantu karena untuk menaksir umur ternak. Dari taksiran umur ini, maka para peternak bisa memperkirakan potensi tumbuh dan berkembangnya suatu ternak.
Adapun perkiraan umur ternak kado berdasarkan pertumbuhan gigi seri :
- Gigi seri tumbuh sepasang, umur ternak l.k 1 tahun
- Gigi seri tumbuh dua pasang, umur ternak l.k 2 tahun
- Gigi seri tumbuh tiga pasang, umur ternak l.k 3 tahun
- Gigi seri tumbuh empat pasang, umur ternak l.k 4 tahun
- Gigi seri renggang dan tampak keropos, umur ternak tua

Manfaat berkurban dengan ternak musinnah antara lain :
1. Berkurban sesuai dengan syariat atau petunjuk Nabi saw. Kita berharap dengan berkurban dengan ternak yang musinnah kurban kita diterima oleh Allah swt.
2. Tahap awal pertumbuhan ternak adalah pembentukan tulang, daging, dan lemak. Pada saat ternak telah musinnah, ternak berada pada tahap pembetukan daging dan lemak. Dalam istilah peternakan disebut masa penggemukan (fattening). Jadi, sangat pas apabila kita memotong ternak yang telah mencapai umur musinnah. Di samping itu juga tentu daging yang dihasilkan ternak umur musinnah juga berbeda dengan kualitas daging yang dihasilkan ternah di bawah umur atau di atas ternak yang musinnah.
3. Ternak musinnah adalah ternak yang telah mengalami berahi (pubertas). Bagi pejantan ini berarti ternak tersebut sudah mengawini betina, yang artinya ternak tersebut telah memiliki keturunan sehingga populasi ternak akan tetap terjaga baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Ternak yang ideal
Ternak kurban yang ideal ialah domba yang bertanduk, jantan, warna putih bercampur hitam (belang-belang) di sekitar mata dan kakinya. Karena sifat itulah yang disukai oleh Rasulullah saw dan beliau berkurban degannya. Aisyah ra. Berkata, “sesungguhnya Rasulullah saw berkurban dengan domba yang bertanduk, kaki-kakinya nya hitam dan ada warna hitam di sekitar kedua matanya.” (diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia menshahihkan hadits ini).

Ternak cacat
Ternak kurban tidak sah kecuali dengan ternak yang bersih dari kekurangan pada fisiknya. Jadi tidak sah berkurban dengan ternak yang buta matanya sebelah, ternak yang pincang, ternak yang patah tanduknya, ternak yang terpotong hidungnya, ternak yang sakit, ternak yang kurus, karena Rasulullah bersabda “hewan kurban tidak boleh dengan empat hewan, yaitu hewan yang sangat jelas buta sebelahnya, hewan yang sangat jelas sakitnya, hewan yang sangat jelas pincangnya, dan hewan yang tidak bersumsum yaitu hewan yang tidak ada sumsum di tulangnya (hewan yang kurus).” (Diriwayatkan Tirmidzi dan ia menshahihkan hadits ini).

Berkurban dengan ternak kebiri (kastrasi)
Kebiri (kastrasi) adalah tindakan pengambilan atau pengrusakan fungsi dari buah pelir (testis) ternak jantan. Ternak kebiri bukanlah tergolong ternak cacat, dalam artian tidak termasuk ternak yang dilarang sebagai ternak kurban. Manfaat dari pengebirian ternak adalah untuk mendapatkan mutu daging atau karkas yang lebih baik, ternak menjadi lebih tenang dan tidak galak.
“Adalah Rasulullah saw, apabila berkeinginan menyembelih ternak kurban, beliau membeli 2 ekor domba yang besar-besar, gemuk-gemuk dan yang telah dikebirikan (HR. Ahmad dan Tirmidzi dari Aisyah dan Abu Hurairah).*(SPt)

Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Sentralternak menyediakan ternak kurban 1429 H (2008). Tersedia partai besar dan eceran. Ternak yang disediakan antara lain : kambing, domba dan sapi.

Daerah Penyaluran :
1. Lembaga Sosial (yayasan atau panti asuhan yatim piatu, Baitul Mal, Lembaga Amil Zakat dan lain sebagainya)
2. Masjid-masjid yang terpercaya dan amanah
3. Daerah permukiman miskin
4. Daerah rawan pemurtadan agama (Malang Selatan)
5. Dearah bencana (bentuk kornet)

Kelebihan membeli dan berkurban dengan kami :
1. Jenis kelamin jantan, sehat dan memenuhi syarat syariat
2. Layanan pengantaran GRATIS untuk dalam kota
3. Harga lebih murah sehingga terjangkau
4. Dokumen berkurban jika diperlukan
5. Pembayaran yang mudah dan fleksible
6. Menerima pekurban dari luar kota atau pulau
7.
Siap mengkornetkan apabila jumlah besar
8.
Daerah penyaluran yang tepat dan amanah (insyaallah)
Harga ternak :
- Kambing Rp 700.000,- (berat l.k 18-20kg)
- Domba Rp 650.000,-
(berat l.k 20-24kg)
- Sapi Rp 7.000.000,-
(berat l.k 200kg)
- Bisa memesan dengan harga khusus

Kontak person :
Agus Harianto S.Pt
Jl. Mertojoyo Blok N-2 Malang – Jawa Timur
Phone : (0341) 9127374 atau 081.555.640.540
Rek BCA No : 1840101092 a.n. agus harianto
Email : sentralternak@yahoo.com

Leave a response

You must be logged in to post a comment.

Categories