1st Apr, 2010

Pencegahan Penyakit

www.sentralternak.com Semua akan sepakat bahwa usaha mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan penyakit yang dilakukan secara intensif akan dapat mengurangi resiko kemungkinan unggas terserang penyakit. Pada intinya pencegahan penyakit pada unggas atau ternak lainnya di bagi menjadi dua cara, yaitu melalui tata laksana harian dan melalui obat-vaksin. Kedua cara tersebut digunakan bersama dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Prinsip pencegahan melalui tata laksana harian adalah menciptakan suasana tenang, bersih, dan nyaman di peternakan. Berikut garis besar tata laksana harian :

  1. Diciptakan suasana bersih di dalam maupun di sekitar kandang. Di dalam kandang dibiasakan selalu bersih, ventilasi bagus, sedangkan di sekitar kandang bebas dari rerumputan maupun alang-alang. Rumput liar di sekitar kandang akan menyuburkan pertumbuhan serangga pembawa penyakit berasal dari protozoa yang menyerang sel darah ayam. Ventilasi kandang berguna untuk mempermudah sirkulasi CO2 dengan O2 yang sangat dibutuhkan bagi ayam terutama ayam petelur
  2. Tempat makan dan tempat minum dibiasakan dicuci dengan air bersih dan disucihamakan dengan obat pembunuh kuman. Pembersihan tempat minum penting untuk menghilangkan lumut dan sisa-sisa makanan yang berada di dasar tempat minum. Sisa makanan yang ada di tempat makan juga harus disingkirkan karena semuanya merupakan sumber jamur dan racun
  3. Dihindari perlakuan kasar dan berbuat sesuatu yang tidak biasa. Bernyanyi, berteriak, tertawa keras, atau berlari di dalam atau diluar kandang perlu dihindari. Bahkan ayam petelur yang sedang bertelur harus diperlakukan secara lunak dan lebih hati-hati. Kalau memungkinkan, pakailah pakaian kerja dengan warna yang sama setiap harinya. Sebelum masuk kandang sebaiknya berputar mengelilingi kandang lebih dulu, terutama untuk pegawai baru.
  4. Orang yang masih asing sebaiknya dicegah atau diminimalkan untuk masuk ke dalam lokasi peternakan, terutama pada area anak ayam dan ayam yang sedang berproduksi (bertelur). Bila ada tamu yang hendak berkunjung apalagi tamu itu seorang peternak dan mau masuk ke dalam kandang maka ia harus berganti pakaian dengan pakaian kandang. Alas kakinya perlu untuk disucihamakan terlebih dahulu. Di daerah tropis ini memang harus berhati-hati dan selalu waspada, banyak penyakit ganas dan serius yang berpindah melalui kunjungan tamu atau orang dari luar peternakan
  5. Pinjam-meminjam peralatan kandang sebaiknya dihindari. Bila terpaksa harus meminjam, alat-alat itu harus disucihamakan terlebih dahulu sebelum digunakan
  6. Genangan air di sekitar kandang sebaiknya dihindari. Genangan air dari selokan yang mampet akan menyebabkan suburnya benih nyamuk. Beberapa spesies nyamuk ada yang bertindak sebagai perantara penyakit protozoa yang menyerang sel darah ayam.
  7. Bila memungkinkan, disediakan pekerja untuk setiap fase atau umur ayam. Jadi untuk anak ayam, ayam remaja dan ayam yang sedang berproduksi (bertelur) disediakan pekerja atau pegawai tersendiri. Bila jumlah ayam masih sedikit dan pekerjaaan terpaksa dirangkap maka pekerjaan sebaiknya dimulai dari unggas terkecil yaitu anak ayam baru ke ayam dewasa dan jangan sebaliknya. Hal ini berkaitan erat dengan daya tahan tubuh ayam. Ayam dewasa mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik daripada anak ayam.
  8. Ransum yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya. Yang terpenting dalam masalah pakan adalah menjaga agar pakan yang diberikan memenuhi standar kualitas dan kuantitas. Ransum anak ayam diberikan sesuai dengan kebutuhan, begitu pula untuk ayam remaja, apalagi ayam yang sedang bertelur. Porsi ransum dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan merupakan penangkal utama mengganasnya penyakit, terutama pada saat musim penyakit. Selama masa produksi sebaiknya ransum tidak berganti-ganti. Bila anda memakai ransum dari pabrik A (atau ransum susunan sendiri dengan perbandingan tertentu), sebaiknya ransum itu dipakai sampai akhir masa produksi. Pergantian ransum di tengah-tengah masa produksi dapat menyebabkan ayam mengalami cekaman sehingga dapat menyebabkan daya tahan yang melemah

Cara pencegahan penyakit ke dua adalah dengan obat (vaksin). Pencegahan melalui vaksin biasanya digunakan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus. Banyak jenis vaksin yang ditawarkan dan penggunaan masing-masing vaksin juga berbeda-beda. Kami tidak akan membahas panjang lebar masalah program vaksinasi di sini karena bukan kapasitas kami.

Untuk itu kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh peternak agar memudahkan mengamati unggas yang sakit :

  1. Kemampuan membedakan penampilan unggas yang sehat dan yang sakit
  2. Kemampuan mengenali bagian tubuh yang mengalami kelainan
  3. Kemampuan membedakan penampilan tinja yang normal dan yang tidak normal
  4. Kemampuan menentukan langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan
  5. Mengetahui informasi tempat untuk konsultasi bila terjadi gangguan penyakit
  6. Mampu menyiapkan informasi untuk bahan konsultasi sehingga memudahkan dalam mengarahkan diagnosa jenis penyakit, sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemampuan dan ketrampilan tersebut dapat dimiliki oleh peternak dengan cara sering mengamati unggasnya, membaca literatur (buku), bertanya atau study banding, dan mendengarkan baik dengan mengikuti penyuluhan, training atau semacamnya. Semoga bermanfaat.*(SPt)

Disarikan dari beberapa buku seri unggas, dan ada sedikit penambahan dari tim ahli sentralternak.com.

Responses

kami membutuhkan informasi tentang training dalam managemen ternak unggas

membaca seluruh blog, cukup bagus

ayo jangan cuma dibaca. tp dicoba dipraktekkan i-4JJ bermanfaat.sykrn

Leave a response

You must be logged in to post a comment.

Categories