2nd Jun, 2010

Evaluasi Keberhasilan Usaha Peternakan Anda!

kenariwww.sentralternak.com, Dalam setiap usaha, evaluasi tidak boleh dilupakan apalagi sengaja dilupakan. Tujuan evaluasi adalah untuk meninjau ulang semua kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang telah diraih. Kegiatan evaluasi bisa dilakukan secara harian, mingguan, bulanan, atau tahunan tergantung dari jenis evaluasinya. Evaluasi harian biasanya berkaitan erat dengan kegiatan atau aktifitas di kandang yang biasa dilakukan sehari-hari. Evaluasi mingguan merupakan kelanjutan dari evaluasi harian yang dibarengi dengan kegiatan pengontrolan terhadap perkembangan ternak seperti tingkat kematian, konsumsi pakan, pertambahan berat badan, dan kalau diterapkan untuk ternak yang sudah produksi maka parameter yang diukur biasanya rerata produksi harian. Evaluasi tahunan lebih mengarah kepada factor  financial (keuangan) yang akan menjadi acuan untuk membuat keputusan untuk melanjutkan usaha, meningkatkan skala usaha atau bahkan menghentikan usaha.Fungsi evaluasi (evaluating) dalam sebuah organisasi atau usaha merupakan fungsi terakhir yang dijalankan setelah fungsi planning, actuating, dan controlling dilaksanakan. Tak terkecuali dalam usaha peternakan, fungsi evaluasi juga perlu di jalankan setelah seorang manajer melaksanakan tugasnya dalam pemeliharaan ternaknya. Factor manajemen perlu dievaluasi karena menjadi factor penentu akhir keberhasilan beternak setelah factor bibit dan pakan. Kemudian bagaimana cara mengetahui dan mengukur keberhasilan usaha tersebut? Kriteria apa yang perlu diperhitungkan untuk mengetahui usaha kita berhasil baik secara teknis dan ekonomis? Maka berikut adalah di antara tolak ukur yang digunakan dalam mengevaluasi keberhasilan usaha, yaitu :

Tingkat pertumbuhan yang optimal

Factor pertumbuhan merupakan hal yang sangat penting karena pertumbuhan yang optimal baik sejak periode awal (starter) sampai periode akhir merupakan penentu keberhasilan unggas dalam berproduksi baik telur maupun daging. Pertumbuhan yang optimal membuktikan bahwa pengelola berhasil memberikan pakan yang terbaik untuk kelompok ternaknya serta memberi kondisi lingkungan yang serasi. Dengan pakan yang bernutrisi baik dan diberikan dalam jumlah yang tepat akan mampu memberikan pertumbuhan yang cepat dan seragam. Berat badan awal pada saat bibit (DOC) masuk harus diikuti oleh pertumbuhan yang seragam pula. Kalau terjadi kasus yang tidak seragam maka kesalahan terletak manajemen pemeliharaan misalnya ayam berdesakan (kepadatan kandang yang tidak sesuai), jumlah wadah pakan dan minum kurang, litter basah, ruangan kandang gelap dan lain-lain

Dalam praktek sehari-hari para peternak biasanya kurang memperhatikan hal ini, oleh karena itu dianjurkan untuk selalu mengukur pertambahan berat badan dalam waktu-waktu tertentu baik untuk tujuan daging atau telur. Dengan mengetahui pertumbuhan unggas pada saat tertentu kita dapat mengetahui apakah kelompok unggas tersebut tumbuh secara optimal, kalau tidak kemungkinan telah terjadi kesalahan manajeman, oleh karenanya setelah dilakukan evaluasi yang cepat akan bisa diambil  tindakan yang cepat pula dan tepat.

Tingkat kematian rendah

Banyaknya sedikitnya tingkat kematian (mortalitas) merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan manajemen pemeliharaan. Dalam hal ini prinsipnya adalah diusahakan agar tingkat kematian serendah mungkin. Kematian yang rendah dapat terjadi hanya karena kesalahan dari factor bibit, dan bukan karena kesalahan manajemen. Kalau terjadi kesalahan manajemen akan timbul kematian yang tinggi (managerial deseases), misal litter basah, lembab, kandang gelap, dan berdesakan, wadah pakan dan minum kurang, kualitas pakan rendah yang kesemuanya akan dapat menimbulkan penyakit, dan lain-lain

Efisiensi penggunaan pakan

Pakan yang diberikan dikatakan efisien apabila pakan tersebut dapat dikonsumsi sepenuhnya oleh unggas dan tercerna dengan baik pula. Pakan yang berkualitas yang kita berikan diusahankan tidak terbuang percuma (tumpah atau tidak termakan). Di dalam manajemen atau tatalaksana pemeliharaan masalah tumpah dan tidak termakan banyak terjadi dan ini harus dihindari sebisa mungkin.

Sebagai tolak ukur efisien pakan yang kita berikan dapat diukur dengan konversi pakan atau yang biasa terkenal dengan sebutan Feed Consumtion rate (FCR). Konversi pakan adalah perbandingan jumlah pakan yang dikonsumsi dengan pertambahan berat badan dalam waktu tertentu. Makin kecil angka konversi pakan tersebut berarti makin efisien pakan yang kita berikan. Perhitungan konversi pakan juga berlaku untuk produksi telur.

Dengan memperhitungkan minimal ketiga tolak ukur di atas, kita akan dapat mengetahui gambaran keberhasilan suatu manajemen pemeliharaan yang kita terapkan dan tentu saja ini akan berdampak positif secara ekonomi.  Selamat melakukan evaluasi terhadap manajemen usaha yang kita terapkan dan mari berbenah untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. *(SPt)

Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Leave a response

You must be logged in to post a comment.

Categories