19th Dec, 2010

Itik Pedaging, Bekal di Masa Pensiun

www.sentralternak.com, Pada tanggal 18 Desember 2010 kami mengirimkan mesin tetas telur melalui jasa kantor pos besar Malang. Ketika kami sudah selesai proses pengiriman, kami di sapa oleh salah seorang pegawai kantor pos yang berusia agak tua yang kemudian dari perkenalan tersebut dapat kami ketahui bermana pak Mul, beralamatkan di desa Kromengan kab. Malang. Beliau bertanya-tanya tentang mesin tetas telur dan dari perbincangan tersebut akhirnya terkuak siapa pak Mul sebenarnya. Akhirnya kami sempatkan beberapa saat untuk berbincang-bincang dengan beliau di salah satu sudut ruangan kantor pos besar Malang.

Beliau adalah salah satu pegawai kantor pos besar Malang yang insyaallah dalam masa 8 tahun mendatang akan berakhir masa tugasnya alias pensiun. Di sela-sela kesibukannya menjadi seorang pegawai kantor pos, ternyata diam-diam beliau sudah mulai merintis usaha beternak itik pedaging mulai dari mencoba beternak hasil silangan itik dan enthok (tiktok), ayam kampung dan sekarang menekuni itik lokal untuk pedaging. Walaupun masih dibilang baru dan jumlah kepemilikan baru sedikit yaitu 100 ekor itik pedaging tetapi rasa optimis akan keberhasilan terpancar dari semangat dan gaya beliau berbicara.

Kami sendiri juga melihat dari perbincangan tersebut aura rasa optimis akan keberhasilan beliau.  Ini dapat terlihat dari rasa keingintahuan beliau akan seluk beluk usaha ini seperti bertanya-tanya untuk mendapatkan informasi dan membaca. Akhirnya kamipun membuka identitas kami dan kami sarankan kepada beliau untuk mengunjungi situs kami di www.sentralternak.com dan www.itikmojosari.blogspot.com. Kami pun memberikan referensai beberapa toko pakan di sekitar lokasi tempat tinggal beliau dan tak lupa juga alamat pengepul itik pedaging.

Usaha pembesaran itik pedaging ini akan beliau coba dalam 1 tahun ke depan dan kalau ada hasilnya ada rencana untuk mengajukan permohonan pensiun dini karena bagaimanapun juga usaha yang ditunda untuk memulainya maka tidak menutup kemungkinan peluang tersebut akan oleh orang lain. Hal ini disebabkan oleh karena tenaga beliau sekarang memang tidak memungkinkan lagi untuk perjalanan pulang-pergi tiap hari dari rumah ke tempat kerja yang jaraknya lebih dari 15 KM, sehingga kalau dihitung maka beliau harus menempuh perjalanan min. 30 KM/hari.

Pada saat sekarang (umur pemeliharaan sekitar 32 hari) berat itiknya sudah mencapai berat 1,1kg, formula pakan yang diberikan : concentrate 511 (harga per sak Rp 230.000) sampai umur 20 hari dan umur 21 sampai panen diberikan campuran concentrate 551 (harga sekitar 340.000) dan bekatul dengan perbandingan 1:6. Kendala yang dihadapi beliau pada saat ini adalah usaha untuk mendapatkan kualitas bibit yang seragam dan harganya juga lumayan. Akhirnya kami menawarkan bibit kami yang insyaallah kami menjamin untuk harga jauh lebih murah, jenis kelamin jantan (karena untuk tujuan pedaging) dan insyaallah bisa seragam.

Mengapa beliau memilih usaha ternak? “Beternak sangat enjoy katanya, menyenangkan, hanya membutuhkan waktu yang singkat (untuk pemeliharaan per harinya), hasilnya cukup lumayan, dapat mengamati tingkah laku ternak yang lucu dan tentunya untuk mengisi masa pensiun”. Memang benar, kalau dibandingkan dengan bidang usaha lain seperti usaha pertanian atau usaha perikanan maka usaha beternak terutama itik pedaging jauh lebih ringan kerjanya dibanding dengan usaha lainnya apalagi untuk tenaga seorang pensiunan seperti beliau. Kegiatannya per hari hanyalah memberi pakan 2-3 kali yang itupun tidak memakan waktu lebih dari satu jam.

Keinginan beliau untuk menekuni bidang usaha beternak itik pedaging juga didukung factor lokasi karena beliau tinggal di desa dan harga bahan pakan masih cukup murah. Di samping itu juga masalah lain yang lebih penting adalah rantai pemasaran yang sudah jelas. Kata beliau “Itik pedaging berat 1,3-1,5kg akan dihargai oleh pengepul antara Rp 18.000-19.000/ekor dan itupun nanti akan diambil langsung ke kandang”. Sehingga beliau tidak perlu repot-repot membawa kesana-kemari untuk menawarkan itiknya.

Tahukah anda langkah apa yang tengah beliau persiapkan? Langkah sekarang yang beliau siapkan adalah membangun  kandang yang lebih luas lagi yaitu ukurang 5,6m x 2,2m sebanyak 2 buah dan rencananya akan mendatangkan bibit baru lagi sekitar 300-400 ekor. Sukses untuk pak Mul dan orang-orang yang mau meniti jalan untuk sukses. *(SPt)

Anda dapat mencopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Responses

ingin beternak itik, namun masih ingin mencari tau segala sesuatu berkaitan dengan peritikan, mau berlanggan via email

Pengalaman pertama saya, penggemukan Itik jantan terlalu besar resiko pakannya, bahkan melebihi nilai jual. mohon informasi bagaimana cara memberi pakan dengan biaya yang murah namun dapat mempercepat pertumbuhan. trims

Kadang masih berkembang di masyarakat, ternak harus diberikan pakan yang banyak agar cepat besar. Hal ini tidaklah mesti benar karena dalam pemberian pakan tidak terlepas dari dua hal yaitu kualitas dan kuantitas pakan. Seberapa banyak pakan yang diberikan akan tetapi kualitas (kandungan nutrisi pakan) belum mencukupi maka tidak efektif. Oleh karenanya mengetahui cara pemberian pakan yang tepat adalah solusi masalah anda. Itik potong biasanya di berikan pakan konsentrat sampai umur 2-3 minggu, kemudian setelah itu diberikan pakan campuran konsentrat dan dedak atau pakan alternatif lainnya. trims

mencari konsumen itik pedaging……????

Leave a response

You must be logged in to post a comment.

Categories