27th Oct, 2011

Tekun, Kunci Sukses Beternak

sarang burungwww.sentralternak.com, Berbicara masalah ketekunan, ada pelajaran berharga yang bisa di ambil dari beberapa mahkluk ciptaan Allah Yang Maha Kuasa diantaranya semut/rayap, lebah, burung dan yang lainnya. Kita tentu tahu bagaimana semut/rayap membangun rumahnya, kehidupan lebah dimulai dengan membangun rumah, mencari makanan sampai akhirnya sukses membuat koloni/kerajaan. Begitu juga bagaimana dengan burung yang dengan tekun merajut sarang sampai akhirnya dia bisa sukses menetaskan telurnya dan bertempat tinggal dengan aman. Berkaca dari kehidupan hewan-hewan tersebut manusia berusaha meniru sifat tekun tersebut, akan tetapi apa hendak di kata manusia juga dianugerahi nafsu maka sifat tekun kadang bersebrangan dengan sifat malas yang itu merupakan salah satu sifat nafsu.

Apapun bidang pekerjaan/profesi anda, salah satu kunci sukses adalah ketekunan. Setuju atau tidak tapi itulah kenyataan selama ini di lapangan terlebih lagi pekerjaan kita berhubungan dengan ternak. Apalah jadinya ternak kita, apabila hari ini kita beri pakan sekali karena kita malas mencari/memberi pakan, besok malah tidak diberi pakan sama sekali?. Atau kita sendiri bisa membayangkan bagaimana kalau sapi perah kita hari ini hanya diperah sekali kemudian besok dua kali kemudian lusa tidak di perah?. Atau juga apalah jadinya kalau telur yang sedang kita tetaskan dengan bantuan mesin penetas pembalikannya tidak teratur?. Berikut akan kami ketengahkan beberapa kegiatan rutin beberapa pekerjaan terutama bidang peternakan :

Penetas telur unggas, kegiatan rutin setiap harinya adalah membalik-balik telur (untuk pengguna mesin tetas manual dan semiotomatis). Frekuensi pembalikannya pun bervariasi, ada yang setiap 3 jam, ada yang setiap 4 jam, ada yang setiap 6 jam, dan ada yang setiap 8 jam. Pekerjaan rutin itu (membalik-balik telur) dilakukan minimal 12 harian untuk telur puyuh, 16 harian tuk telur ayam dan 23 harian tuk telur itik. Pekerjaan harian lainnya yang tak kalah penting seperti pengontrolan suhu dan kelembaban, serta peneropongan telur.

Peternak ayam petelur, kegiatan rutin peternak ayam petelur antara lain mencampur/meransum pakan, memberi pakan rata-rata 2x sehari, meratakan pakan pada waktu senggang agar konsumsi pakan meningkat, mengambili telur yang frekuensinya bisa 3 kali dalam sehari dan mengontrol kesehatan ayam (bagi petugas kesahatan ayam). Hal yang tak kalah pentingnya adalah mencatat produksi telur harian, karena sangat berpengaruh pada efisiensi usaha yang sedang di jalankan

Peternak pembesaran (broiler/kampong/pejantan/itik pedaging dan lain sebagainya), meskipun kegiatan rutin tak sepadat beternak ayam petelur, akan tetapi tidaklah kemudian dianggap remeh. Kegiatan rutin pada pembesaran mulai ternak masuk (check in) sampai ternak keluar (check out) memang berkutat pada mencampur pakan dan pemberian pakan  saja. Akan tetapi kegiatan rutin yang  perlu diperhatikan adalah kontrol kesehatan karena pada umumnya pemeliharaan/pembesaran model kandangnya postal, sehingga kalau muncul tanda-tanda terserang penyakit akan tetapi kita kurang waspada/tanggap maka bisa jadi kelompok ternak yang berada pada postal tersebut habis alias mati semua.

Peternak sapi perah, kegiatan rutin dimulai dari pemerahan susu ke-1 yaitu sekitar jam 4-5 pagi dan pemerahan ke-2 yaitu pada waktu siang atau sore sekitar jam 2-3, pemberian pakan hijuan dan konsentrat, memandikan sapi, dan membersihkan kandang. Untuk masalah memerah sapi tidak bisa diwakilkan atau dialih tugaskan. Kegiatan memerah rutin dilakukan oleh peternak yang sama untuk sapi yang sama pula. Tapi herannya tiada penghargaan bagi mereka, harga susu di tingkat peternak saat kami menulis artikel ini hanya Rp 3.000/liter (harga ini sudah termasuk bagus). Sehingga pendapatan dari susu per harinya hanya mampu untuk membeli pakan saja (konsentrat+hijauan). Para peternak sapi perah bertahan karena belum ada pekerjaan pengganti, kalau ada pekerjaan pengganti kami yakin mereka akan beralih profesi.

Kebetulan kami dulu pernah mengalami beberapa kegiatan rutin di atas baik langsung maupun tidak langsung. Seperti ikut pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) atau Magang Kerja (MK) di beberapa peternakan ternama di Jawa Timur. Kesimpulan yang di peroleh, kalau mau menjadi peternak sukses maka salah satu kuncinya adalah tekun dan berusaha untuk berimprovisasi diri. Dengan dua modal tersebut insyaallah usaha yang sedang kita jalankan akan semakin berkembang dan menuai kesuksesan di masa yang akan datang. Semoga bermanfaat* (SPt)

Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Leave a response

You must be logged in to post a comment.

Categories