www.sentralternak.com, Usaha beternak apapun komoditinya identik dengan limbah bau yang ditimbulkannya. Ini merupakan masalah serius yang perlu dipikirkan solusinya oleh seseorang yang akan memulai usaha ternak. Seseorang yang baru mulai menjalankan usaha ternak tentu tidak ingin usahanya gagal atau berhenti di tengah jalan hanya lantaran mendapat protes dari masyarakat sekitar akibat limbah bau tak sedap peternakannya. Oleh karenanya, pengelolaan limbah khususnya limbah ternak penting untuk dipelajari dan sepertinya sudah menjadi suatu keharusan. Memang kadang geli juga melihat masyarakat kita, produk dari peternakan begitu diminati akan tetapi jalannya usaha begitu dimusuhi.
Pernah suatu kali datang seorang peternak yang telah membeli bibit DOD itik mojosari betina kepada kami. Dia menceritakan kondisi ternaknya yang pada intinya ternak itiknya yang sudah umur remaja diracun oleh orang tak dikenal dan hampir separuh itiknya mati. Kami tidak heran atas kejadian tersebut dan itu memang menjadi resiko dan kendala kita dalam beternak. Akan tetapi dalam kejadian tersebut ada dua hal yang perlu mendapat analisa yaitu peternaknya sendiri dan orang yang meracuni ternak tersebut. Peternak sendiri mungkin lalai untuk berusaha meminimalkan bau limbah ternaknya sehingga dapat mengganggu lingkungan sekitar. Kemudian dari pihak orang yang meracuni kemungkinan ada sifat hasad (iri, dengki) karena tetangganya punya usaha baru. Nah, mana di antara kedua hal tersebut yang lebih dominan?