www.sentralternak.com, Sebelumnya perkenankanlah kami untuk memohon maaf kepada pembaca sekalian, karena baru kali ini bisa menurunkan artikel yang sudah lama dinanti. Itu semua tak lain dikarenakan kesibukan kami secara pribadi dalam melayani konsumen. Alhamdulillah dan biidznillah sentralternak semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat, ini terbukti semakin meningkatnya jumlah kunjungan dan transaksi yang terjadi. Oleh karenanya sebagai timbal balik kami berusaha mencoba memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Mudah-mudahan niat baik kami mendapat balasan pahala baik di dunia maupun di hari kemudian. aamiin

Dalam artikel berikut kami akan mengangkat tema “Manajemen Penetasan Berganda”. Perlu kiranya kita terlebih dahulu untuk menyamakan persepsi apa maksud dari judul tersebut. Secara ringkas maksud dari judul tersebut adalah kita akan mengoperasikan mesin penetas telur dalam satu satuan waktu akan tetapi terdiri dari beberapa periode penetasan. Contoh mudah, apabila kita mempunyai satu mesin penetas telur berkapasitas  100 butir, saat sekarang kita hanya mempunyai 50 butir telur, dan baru selang 1 minggu kemudian mempunyai 50 butir.  Nah, bagaimana caranya agar kita bisa menetaskan telur tersebut yang notabene berbeda umur, sedangkan mesin penetas telur yang kita punya hanya satu unit?

DOD itik, itik jantan, itik potongwww.sentralternak.com, Salah satu tujuan dalam beternak itik adalah untuk menghasilkan itik potong dengan kriteria berat potong tertentu pada saat umur tertentu pula. Pasokan itik potong selama ini bisa berasal dari dua sumber yaitu itik jantan umur muda dan itik petelur yang sudah afkir. Yang akan kita bicarakan sekarang adalah cara beternak itik jantan sehingga bisa dicapai berat potong yang seragam pada saat umur panen. Mengapa? Karena dengan memperhatikan berat/bentuk keseragaman itik akan menjadi ‘mudah’ baik dari segi manajemen pemeliharaan pemasaran dan yang lainnya.

Berikut petunjuk praktis (tips) untuk menghasilkan itik potong yang seragam :

Membeli DOD yang seragam

Menghasilkan itik potong yang seragam bermula dari sini, sehingga apabila memungkinkan belilah DOD yang berat/bentuk badannya seragam. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menjalin kerjasama dengan produsen DOD yang terpercaya. Apabila anda membeli DOD dari tempat lain dan terpau jarank yang cukup jauh maka hal yang perlu diperhatikan adalah penangan DOD itik tersebut baik ketika akan dikirim, dalam proses pengiriman dan ketika awal kedatangan di kandang anda. Produsen bibit biasanya memberikan tambahan kecambah dalam bok sebagai ganti minum selama perjalanan. Kita ketahui kecambah adalah sayuran yang banyak mengandung air dan tidak mengandung pestisida sehingga aman dikonsumsi anak itik. Segera setelah DOD sampai di kandang, DOD diberi minuman yang berenergi tinggi dan berelektrolit. Pemberian minum yang dilakukan dengan segera bertujuan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, sehingga kehilangan berat badan dapat dicegah. Pemberian minuman berelektrolit dilakukan untuk mengganti elektrolit yang hilang, sedangkan minuman berenergi yang diberikan sebagai sumber tenaga baru. Jika hal ini dilakukan, maka kehilangan berat badan dapat dicegah dan DOD akan mempunyai kesehatan yang normal kembali. Ibarat jika kita bertamu ke keluarga yang jauh, ketika baru datang di tempat tujuan dan disajikan minuman yang berelektolit (sengaja tidak menyebut merk karena tidak ada unsur promosi) atau minuman berenergi (minuman yang manis-manis/berkadar gula tinggi) akan terasa hilang yang namanya dehidrasi, capek, dan yang lainnya. DOD yang terlambat penanganan ketika datang dapat terlihat dari ketidakseragaman berat nantinya.

www.sentralternak.com, Mengawali tulisan pertama di tahun 2011 ini, kami akan mengangkat tema nilai selembar kertas koran pada usaha peternakan unggas kita terutama pada masa awal pemeliharaan. Artikel ini mungkin sekedar me review kembali karena kami yakin sudah banyak para peternak yang sudah mempraktekkannya. Artikel ini juga mungkin tertuju lebih khusus kepada anda seorang peternak dan juga sebagai pelanggan koran harian dan secara umum untuk semua peternak unggas yang belum pernah terpikirkan metode ini sehingga perlu mencobanya. Tujuan kami mengangkat masalah ini tidak lain hanyalah untuk berbagi pengalaman dan secara bersama-sama berusaha untuk menerapkan manajemen pemeliharaan yang sebaik mungkin dengan memulai menekan biaya sehemat mungkin akan tetapi hasil produksi yang dicapai dapat semaksimal mungkin.

Surat kabar (koran, malajah, tabloid) baik yang terbit harian, mingguan, dwi mingguan atau bulanan pada umumnya menyajikan berita kejadian yang terjadi di dalam dan di luar negeri. Sehingga konsumsi nya bersifat sekali pakai (sekali baca usai) kecuali rubrik/kolom tertentu yang mungkin kita memerlukannya suatu saat maka rubrik/kolom tersebut perlu kita gunting dan kita arsip (kliping). Dengan demikian keberadaan kertas koran dan yang lainnya akan semakin menumpuk seiring dengan bertambahnya waktu. Kalau anda mau menjual secara kiloan kertas koran tersebut berapa kira-kira harga selembar kertas koran? Tentu tidak ada nilainya kecuali kalau kertas koran tersebut telah terkumpul satu karung atau lebih.

www.sentralternak.com, Pernah melihat tayangan di televisi sebuah iklan produk kecap yang menayangkan seorang pedagang/penjual daging ayam keliling? Mungkin di sebagian wilayah keberadaan penjual daging ayam keliling banyak tapi di sebagian wilayah lain mungkin belum ada dan hal ini mungkin belum terpikirkan juga oleh pelaku bisnis di sana. Para ibu rumah tangga, pemilik warung makan, jasa layanan catering, tukang lalapan lebih memilih membeli daging unggas di pasar tradisional, supermarket, dan para bakul sayur (wlijo=jawa). Seandainya mereka mengetahui keberadaan atau ada pedagang daging ayam keliling dengan penawaran harga yang hampir ‘sama’ dan pedagang tersebut mempunyai sifat jujur dapat kami pastikan mereka akan berpindah langganan.

Mengapa mesti mengambil peluang usaha ini? Kami merasa prihatin ketika melihat tayangan di salah satu televisi yang menayangkan acara dengan tajuk ayam tiren (ayam mati kemaren) alias bangkai yang dijual di beberapa pasar baik dalam bentuk karkas atau dalam bentuk olahan daging ayam. Alasan klasik dari penjual ayam tiren adalah masalah himpitan ekonomi yang menyebabkan mereka nekat berbuat seperti itu. Padahal tindakan tersebut cukup membahayakan kelangsungan hidup orang lain. Mereka sendiri tentu tidak berani mengkonsumsi ayam tiren tersebut akan tetapi tega untuk menjualnya kepada masyarakat dan hal itu kadang tidak dan belum kita sadari.

www.sentralternak.com, Pada tanggal 18 Desember 2010 kami mengirimkan mesin tetas telur melalui jasa kantor pos besar Malang. Ketika kami sudah selesai proses pengiriman, kami di sapa oleh salah seorang pegawai kantor pos yang berusia agak tua yang kemudian dari perkenalan tersebut dapat kami ketahui bermana pak Mul, beralamatkan di desa Kromengan kab. Malang. Beliau bertanya-tanya tentang mesin tetas telur dan dari perbincangan tersebut akhirnya terkuak siapa pak Mul sebenarnya. Akhirnya kami sempatkan beberapa saat untuk berbincang-bincang dengan beliau di salah satu sudut ruangan kantor pos besar Malang.

Beliau adalah salah satu pegawai kantor pos besar Malang yang insyaallah dalam masa 8 tahun mendatang akan berakhir masa tugasnya alias pensiun. Di sela-sela kesibukannya menjadi seorang pegawai kantor pos, ternyata diam-diam beliau sudah mulai merintis usaha beternak itik pedaging mulai dari mencoba beternak hasil silangan itik dan enthok (tiktok), ayam kampung dan sekarang menekuni itik lokal untuk pedaging. Walaupun masih dibilang baru dan jumlah kepemilikan baru sedikit yaitu 100 ekor itik pedaging tetapi rasa optimis akan keberhasilan terpancar dari semangat dan gaya beliau berbicara.

www.sentralternak.com, Tidak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan bibit itik pedaging dari jenis itik jantan, tiktok, enthok, peking atau jenis itik pedaging lainnya masih sangat terbatas, begitu juga suplai daging itik yang berasal dari itik petelur yang sudah afkir. Permintaan akan daging itik potong baik itik jantan muda atau itik petelur afkir kian meningkat dan belum bisa terpenuhi secara optimal dari sumber-sumber  di atas. Sehingga alternatif pilihan akhirnya jatuh pada itik jantan atau itik pedaging lainnya  yang dibesarkan sekitar 35-40 hari. Dulu itik jantan potong dipandang sebelah mata karena kurang berperannya dalam sektor perunggasan, akan tetapi sekarang menjadi bahan rebutan.

Berikut akan kami sajikan langkah-langkah sederhana untuk peternak pemula yang ingin terjun dalam bisnis pembesaran itik pedaging. Langkah berikut berpedoman pada pola pemeliharaan itik pedaging terutama itik jantan mojosari dengan system pemeliharaan intensif. Artikel ini masih bersifat gambaran umum langkah pembesaran itik pedaging, sehingga sangat sederhana dan mungkin masih memerlukan keterangan lanjutan. Karena kami ingin berusaha menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca semua sehingga dapat membantu anda untuk menguasai teknik atau cara beternak dengan cepat dan tepat.

Langkah untuk memulai beternak itik jantan potong :

19th Nov, 2010

Thermo-Hygro

Salah satu kunci sukses dalam menetaskan telur unggas (ayam, itik, enthok, puyuh, dll) adalah terletak pada keakuratan pengukuran suhu dan kelembaban. Thermo-hygro digital adalah perpaduan dua fungsi kerja yaitu thermometer dan hygrometer dalam satu alat. Thermo-hygro digital akan mampu menjawab kekauratan dalam mengukur suhu dan kelembaban.

thermo-hygro analog, thermometer analog, hygrometer analog

Thermo-Hygro Analog Yenaco

  • Thermometer manual (dry), pembacaan skala °C
  • Hygrometer manual (wet), apabila bak yang ada dibawah diisi air
  • Tabel baca RH (%)
  • Cocok ditempatkan pada mesin tetas kapasitas besar, ruangan rumah, laboratorium dan perkantoran
  • Harga Rp 80.000,-

thermo-hygro digital aditegThermo-hygro analog China

  • Pembacaan skala derajat celcius (suhu) antara 10° C-120° C
  • Pembacaan skala hygrometer sampai 100%
  • Diameter : 10 cm
  • Bahan : Alumunium, jarum
  • Harga Rp 130.000

thermo-hygro digital yenacoThermo-hygro digital Yenaco

  •  Rentang suhu pengukuran :  -50 - 70°C, kelembaban 10% - 99%
  • Keakuratan pengukuran suhu 1°C, kelembaban  ± 5%
  • Memori data max dan min untuk suhu dan kelembaban
  • Display jam/tanggal
  • Battery 1.5V AAA
  • Harga Rp 180.000

thermo-hygro digital coronaThermo-Hygro digital Corona

  • Terdiri dari dua display untuk suhu (pilihan °C/°F)dan kelembaban
  • Memori data max dan min untuk suhu dan kelembaban, dapat di setting kembali secara manual
  • Resolusi : suhu ±0,1 degree, kelembaban  ± 1%
  • Keakuratan pengukuran suhu hanya 1°C untuk suhu pengukuran 0-50°C, lebih dari itu ± 2°C, kelembaban ± 6%
  • Rentang pengukuran suhu: -10-50°C, kelembaban 10%-95%
  • Menggunakan battery 1.5 V AAA
  • Harga Rp 300.000

thermo-hygro digital aditegThermo-hygro digital Aditeg

  • Terdiri dari tiga display untuk suhu (pilihan °C/°F) dan kelembaban
  • Memori data max dan min untuk suhu dan kelembaban
  • Kekauratan dalam pengukuran suhu ± 0,1 degree, kelembaban  ± 1%
  • Rentang suhu pengukuran -20 - 50°C, kelembaban 10%-95%
  • Menggunakan battery 1.5 V AAA
  • Cocok untuk mengukur dalam ruangan rumah atau kantor
  • Ada kabel sensor 2,5 m, cocok untuk mesin penetas
  • Harga Rp 350.000

Pembayaran melalui rekening :

  • BCA no 1840101092 an agus harianto
  • BRI cab. Dinoyo no 3127-01-016994-53-9 an agus harianto
  • Wesel pos instan ke agus harianto, Jl. Mertojoyo blok N2 Malang 65144

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami atau SMS di 081.555.640.540 (indosat) atau E-mail : sentralternak@yahoo.com

www.sentralternak.com, Kita ketahui bersama bahwa salah satu kunci keberhasilan usaha peternakan adalah dengan menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik. Selama ini usaha beternak ayam kampung dianggap sebagai usaha sambilan saja sehingga cara pemeliharaan pun ala kadarnya dan masih sangat sederhana. Padahal tidak mustahil kalau usaha beternak ayam kampung kita usahakan secara serius akan dapat dijadikan sumber panghasilan utama. Kalau kita membaca media elektronik seperti majalah, surat kabar, televisi, dan radio, ternyata sudah banyak contoh peternak yang sukses dalam bidang usaha ayam kampung. Keberhasilan mereka tidak luput dari seberapa serius mereka berusaha menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik dan benar.

Akan tetapi sangat disayangkan, banyak dari masyakarat kita yang kurang atau tidak mengerti model pemeliharaan ayam kampung sehingga tujuan pemeliharaan tidak terarah. Ketidakmengertian masyarakat bisa disebabkan oleh memang belum sampainya informasi atau pengetahuan cara beternak yang baik dan bisa juga karena sikap enggan untuk mengubah pola beternak yang sudah mendarah daging dan menjadi warisan nenek moyang. Untuk itulah, kami sengaja menulis artikel ini sebagai bahan pengetahuan baru, perbandingan dan akhirnya bisa sebagai suatu pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan pola pemeliharaan ayam kampung yang nantinya akan diterapkan. Mudah-mudahan bermanfaat

ternak kurban, hewan kurban, sapi, kambing, domba

Alhamdulillah, sudah 3-4 tahun kami melayani pemesanan ternak kurban. Pada tahun ini Sentralternak kembali membuka kesempatan kerja sama pengadaan dan penyaluran ternak kurban berupa domba, kambing, dan sapi. Insyaallah banyak manfaat berkurban bersama kami diantaranya kami menjamin ternak yang kami jual adalah ternak yang sudah memenuhi kriteria syariat untuk berkurban dan penyaluran yang tepat sasaran.

Pelaksanaan : mulai penawaran ini dibuka sampai tanggal 13 Dzulhijjah 1431 H ( 20 Nopember 2010)

Penyaluran : Tanggal 10-13 Dzulhijjah 1431 H ( 17-20 Nopember 2010)

Ternak kurban yang tersedia sebagai berikut :

  1. Domba, harga mulai Rp 700.000
  2. Kambing, harga mulai Rp 800.000
  3. Sapi, harga mulai Rp 5.000.000

Daerah penyaluran :

  1. Masjid Qolbun Salim, di Jl. Sunan Kalijaga Dalam Malang
  2. Daerah rawan gizi, DAS Brantas Malang dan lainnya
  3. Daerah rawan pemurtadan aqidah (Malang Selatan, Sendang Biru, Kucur)
  4. Lembaga Zakat dan Infaq Malang
  5. Desa/Kelurahan yang mengirimkan proposal permintaan daging/ternak kurban

Rekening :

  1. BCA no 1840101092 an agus harianto
  2. BRI cab. Dinoyo no 3127-01-016994-53-9 an agus harianto
  3. Wesel pos instant an agus harianto, Jl. Mertojoyo N2 Malang 65144

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kontak di :

  • 0341-9127374 (flexy)
  • 081.233.363.618 (telkomsel)
  • 081.555.640.540 (mentari, khusus SMS)

Insyaallah lebih Amanah dan Tepat Sasaran

www.sentralternak.com, Usaha beternak apapun komoditinya identik dengan limbah bau yang ditimbulkannya. Ini merupakan masalah serius yang perlu dipikirkan solusinya oleh seseorang yang akan memulai usaha ternak. Seseorang yang baru mulai menjalankan usaha ternak tentu tidak ingin usahanya gagal atau berhenti di tengah jalan hanya lantaran mendapat protes dari masyarakat sekitar akibat limbah bau tak sedap peternakannya. Oleh karenanya, pengelolaan limbah khususnya limbah ternak penting untuk dipelajari dan sepertinya sudah menjadi suatu keharusan.  Memang kadang geli juga melihat masyarakat kita, produk dari peternakan begitu diminati akan tetapi jalannya usaha begitu dimusuhi.

Pernah suatu kali datang seorang peternak yang telah membeli bibit DOD itik mojosari betina kepada kami. Dia menceritakan kondisi ternaknya yang pada intinya ternak itiknya yang sudah umur remaja diracun oleh orang tak dikenal dan hampir separuh itiknya mati. Kami tidak heran atas kejadian tersebut dan itu memang menjadi resiko dan kendala kita dalam beternak. Akan tetapi dalam kejadian tersebut ada dua hal yang perlu mendapat analisa yaitu peternaknya sendiri dan orang yang meracuni ternak tersebut. Peternak sendiri mungkin lalai untuk berusaha meminimalkan bau limbah ternaknya sehingga dapat mengganggu lingkungan sekitar. Kemudian dari pihak orang yang meracuni kemungkinan ada sifat hasad (iri, dengki) karena tetangganya punya usaha baru. Nah, mana di antara kedua hal tersebut yang lebih dominan?


thermometer, pengukur suku, thermometer air raksawww.sentralternak.com, Mungkin dalam benak para pembaca bertanya-tanya mengapa kami menulis artikel dengan tema ini? Sebenarnya seberapa penting peranan thermometer dalam membantu keberhasilan proses penetasan telur? Atau apa akibat pada proses penetasan telur jika thermometer yang digunakan ternyata tidak akurat dalam pengukurannya? Kami menilai itu semua sangat wajar apalagi bagi penetas telur pemula yang belum mempunyai satu pengalaman pun dalam menetaskan telur. Untuk itu perlu kiranya kami sampaikan bahwa yang kami tulis ini adalah berdasarkan realita bukan hal yang mengada-ada. Realita baik dari pengalaman pribadi langsung maupun dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sekedar berbagi pengalaman, pernah suatu kali kami melakukan proses penetasan telur itik (kalau tidak salah), kami menggunakan thermometer yang sudah lama tidak terpakai. Kami beranggapan bahwa thermometer tersebut masih akurat sehingga suhu dalam mesin tetas pun berpedoman pada thermometer tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Telur tersebut sampai pada hari ke 31 belum ada yang menetas. Kami pun berusaha mencari tahu apa sebab yang membuat telur sampai tidak menetas. Usut punya usut kami menemukan penyebabnya bahwa thermometer yang kami gunakan suhunya tidak tepat yaitu lebih dari 2°C di bawah suhu normal. Ini kami buktikan ulang pada penetasan berikutnya di mana kami memakai thermometer yang lain dan suhu kami naikkan dan Alhamdulillah ternyata berhasil.

9th Sep, 2010

Potret Peternakan Kita


DOC ayam kampung, ayam kampung, bibit ayam kampungwww.sentralternak.com, Ada anekdot yang berkembang, mengapa usaha penggemukan sapi di Indonesia hasilnya kurang sesuai harapan dan tidak seperti industri penggemukan sapi di negara-negara penghasil daging seperti Australia atau lainnya? Salah satu jawaban singkat yang beredar pula adalah karena pakan sapi bersaing dengan makanan manusia. Bagaimana tidak, kita ambil contoh tempe menjos (tempe bongkrek, menjes, atau apalah nama lainnya) yang dulunya hanya dipakai sebagai bahan pakan sapi sekarang malah menjadi salah satu makanan pelengkap gorengan yang banyak dijual dipinggir jalan. Kreasi masakan dari tempe menjos pun sangat bervariasi mulai dari yang hanya sekedar di beri tepung saja sampai yang berkuah santan. Mengapa memilih menjos? Alasan klasik adalah karena harga tempe menjos sangat murah dan kalau diolah dan dijual keuntungannya berlipat-lipat.

Awal penemuan tempe menjos sebagai bahan makanan yang bisa dikonsumsi oleh manusia tidak diketahui dengan pasti, akan tetapi sekarang kita bisa menyaksikan sendiri tempe menjos adalah salah satu pelengkap jajanan gorengan yang banyak dijual. Taktik yang digunakan oleh penjual gorengan bisa diacungi jempol alias jitu yaitu dengan menggoreng tempe menjos duluan sebelum menggoreng yang lainnya seperti pisang goreng, weci, tempe goreng, tahu isi, jemblem, tape goreng, sukun goreng, lento, telo goreng, singkong goreng,  dan yang lainnya. Mengapa? Karena kalau digoreng lebih awal maka kemungkinan laku juga lebih tinggi dan keuntungan yang diperoleh juga lebih banyak. Dengan modal  Rp 2.000 (untuk membeli menjos dan membuat adonan) penjual sudah bisa membuat 10-12 potong menjos dengan harga per potong Rp 500,-. Kami yakin anda bisa menghitung sendiri keuntungan yang bisa diperoleh si penjual.


www.sentralternak.com, Modal merupakan factor penting ke dua setelah niat untuk memulai usaha sudah ada. Dengan modal dapat pula kita menentukan besar kecilnya usaha yang akan dijalankan. Dan dengan modal pula dapat diketahui kekuatan usaha yang akan kita jalankan sebelum melakukan persaingan bisnis dengan orang lain. Akan tetapi perlu diingat, modal bukanlan segalanya. Karena ada usaha yang bisa berjalan dengan modal minim alias modal seadanya bahkan ada usaha yang bisa berjalan dengan modal orang lain. Untuk itu dalam kesempatan kali ini, kami akan memaparkan sedikit jenis-jenis modal atau sumber-sumber modal dalam memulai usaha. Semoga bermanfaat.

Modal sendiri


Sehubungan dengan datangnya hari besar ‘IEDUL FITRI, kami memberitahukan bahwa untuk layanan pengiriman barang, konsultasi usaha dan ternak, libur mulai tanggal 05 - 19 September 2010 dan Insyaallah akan aktif kembali tanggal 20 September 2010. Untuk layanan pemesanan barang, bibit unggas berjalan seperti biasa melalui SMS di No : 081.555.640.540 atau email : sentralternak@yahoo.com. Mohon di jadikan maklum

Apabila ada kata yang tidak sesuai tindakan,

Janji yang kadang teringkari,

Dan perangai yang kurang berkenan,

Kami mohon maaf kepada pembaca dan pelanggan semua

Taqobbalallahu minna wa minkum (semoga Allah SWT menerima amal kebaikan kita).

team sentralternak

26th Aug, 2010

Telur Asin Aneka Rasa


telur asin, telur itik, telur bebek, telur asin aneka rasawww.sentralternak.com, Telur asin aneka rasa? Mungkin belum terbayang oleh kita bagaimana rasanya makan telur asin rasa bawang, coklat, udang, pedas, dan aneka rasa lainnya. Karena pada umumnya telur asin yang sering dijumpai di pasar tradisional, warung-warung makan atau supermarket adalah telur asin yang mempunyai citra rasa khas yaitu asin dan gurih yang sangat disukai khususnya masyarakat Indonesia. Misal kalau kita makan nasi rawon, pecel, atau nasi rames mungkin pasangan yang cocok adalah telur asin rasa original (asin dan gurih), akan tetapi kalau telur asin di makan tanpa ada pasangannya mungkin telur asin aneka rasa perlu kiranya anda coba.

Inovasi baru dalam pembuatan telur asin aneka rasa setidaknya membuka sebuah peluang usaha baru yang cukup menjanjikan insyaallah. Tujuan pembuatan telur asin aneka rasa adalah untuk menambah variasi baru produk telur asin yang sudah ada. Belajar dari produk lain, anda mungkin masih ingat bahwa kota Malang adalah salah satu sentra industri pembuatan kripik tempe dengan pusat industri di daerah Sanan. Dulu kripik tempe yang dibuat dan dijual hanya kripik tempe rasa original yaitu rasa jeruk purut. Pembuat kripik mencoba melakukan inovasi produk kripik tempenya yaitu dengan menambah aneka rasa seperti rasa ayam panggang, rumput laut, barbeque, keju, jagung bakar dan aneka rasa lainnya. Hasilnya adalah kripik tempe aneka rasa dapat diterima oleh masyarakat dan jumlah permintaannya pun semakin meningkat apalagi menjelang lebaran seperti sekarang ini. Nah, dengan modal meniru dari produk kripik tempe tidak menutup kemungkinan telur asin aneka rasa akan mendapat sambutan dari masyarakat terutama pecinta telur asin. Produk telur asin aneka rasa ini biasanya banyak di jumpai di daerah-daerah sentra industri pembuatan telur asin.

ayam kampung, ayam mengeram, ayam buras

www.sentralternak.com, Sebuah email datang kepada kami dari seorang murid kelas 3 SMP yang ingin memulai usaha beternak ayam kampong, email yang membuat kami cukup prihatin dengan keadaannya karena dia ingin usaha beternak ayam kampung untuk membantu perekonomian kedua orang tuanya. Usaha yang diinginkan juga tidak terlalu muluk-muluk, pokoknya yang penting jalan dulu dengan modal yang ada. Email balasan pun telah kami kirimkan dan dia pun membalas email yang telah kami kirimkan sampai beberapa kali. Inti dari pertanyaan dia adalah menanyakan kalau mau beternak ayam kampung itu lebih mudah berawal dari DOC apa langsung membeli induknya langsung? Kira-kira untuk permulaannya apakah harus merogoh kocek yang dalam? dan apakah dia cocok untuk ternak (ayam kampung) ini?

Karena gaya bahasa saya ketika menjawab email anak tersebut adalah adalah gaya bahasa anak seumuran dia, maka kami tidak mungkin menuangkannya di sini. Oleh karenanya kami ganti jawaban kami dengan gaya bahasa yang sedikit normal dan mudah-mudahan bisa diambil manfaat untuk yang meluangkan waktu untuk membacanya. Inti jawaban yang kami berikan adalah sebagai berikut :

IB, inseminasi buatan pada unggas, kawin suntikwww.sentralternak.com, Selama ini ayam buras atau kampung berkembang biak secara alami dan hasil yang dicapai bisa dikatakan ‘alami’ juga. Campur tangan manusia sebagai pemilik ternak sangat sedikit bahkan bisa dikatakan tidak ada. Produktivitas ternak hasil perkawinan alami masih sangat rendah dan memberikan peluang inbreeding yang semakin tinggi padahal kalau diusahakan lebih intensif insyaallah masih bisa ditingkatkan. Di antara segi negatif dari inbreeding adalah terjadinya penurunan tingkat produksi baik tingkat pertumbuhannya yang lambat ataupun produksi telur yang menurun untuk generasi berikutnya. Untuk itu perlu kiranya dicari satu solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Program INTAB (INTensifikasi Ayam Buras) sudah lama disuarakan dan disosialisasikan. Salah satu cara untuk menunjang program tersebut adalah melalui Inseminasi Buatan (IB). Inseminasi Buatan (IB) adalah rekayasa teknik mengawinkan ternak secara buatan dengan menyuntikkan semen yang telah diencerkan ke dalam saluran reproduksi betina. Sebenarnya teknologi IB sudah dikenal sejak lama terutama untuk ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba, akan tetapi akhir-akhir ini IB pada unggas semakin populer karena untuk mengimbangi populasi. Tingginya tingkat permintaan produk ayam kampong dibandingkan dengan tingkat produktivitasnya memang bisa dikatakan tak sebanding. Teknologi IB termasuk teknologi sederhana, karena :

www.sentralternak.com, Banyaknya pertanyaan yang masuk kepada kami tentang tata cara penetasan telur itik. Hal inilah yang menjadi motivasi kami untuk menuliskan tata cara penetasan telur itik walaupun hanya sebatas kemampuan dan pengalaman kami dalam bidang tersebut. Sebenarnya tata cara penetasan telur itik hampir sama dengan tata cara penetasan telur ayam. Perbedaan yang mencolok hanyalah  masalah waktu atau lama hari penetasan. Telur itik membutuhkan waktu sekitar 28 hari sedangkan telur ayam hanya butuh waktu sekitar 21 hari.Berikut akan kami sajikan pengetahuan kami perihal tata cara penetasan telur itik meskipun kami bukanlah yang terbaik dalam hal ini. Mudah-mudahan yang kami berikan ini membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin.Persiapan telur

  • Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik
  • Telur yang kulitnya terlalu kotor perlu dibersihkan, akan tetapi perlu ke hati-hatian dalam membersihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang
  • Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis

Persiapan mesin tetas

  • Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli
  • Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas
  • Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya
  • Sediakan cadangan bola lampu (dop) atau lampu templok (minyak tanah)


embrio mati, telur tetas, mesin tetaswww.sentralternak.com, Mungkin menjadi hal yang biasa bagi seorang penetas menjumpai embrio dalam telur mati pada umur dua minggu. Akan tetapi untuk pemula yang baru belajar menetaskan telur akan menjadi suatu tanda tanya, mengapa telur yang sudah jelas ada embrionya bisa mati? Berbagai anggapan dan tudingan akan muncul tanpa melakukan evaluasi apa yang telah dilakukan terhadap penetasan yang sedang berlangsung sehingga embrio yang sudah berumur dua minggu bisa mati. Perlu diketahui bahwa  selama 21 hari dalam mesin tetas, embrio dalam telur seharusnya terus berkembang secara normal setiap hari dan akhirnya nanti menjadi seekor anak ayam. Akan tetapi pada umur dua minggu di dalam incubator, biasanya ada embrio yang mengalami kematian. Berikut penyebab embrio mati pada umur dua minggu di dalam incubator :

1.       Formulasi pakan induk kurang benar. Kematian embrio dapat terjadi karena pakan induk mengalami defisiensi zat gizi seperti vitamin dan mineral, sehingga metabolisme dan perkembangan embrio menjadi tidak optimal. Untuk mengatasi hal ini, pada ransum induk perlu ditambahkan suplemen vitamin dan mineral yang banyak dijual di pasaran. Yakinlah dengan prinsip “berikan yang terbaik pada ternak anda (pakan, kandang, manajemen pemeliharaan) dan insyaallah ternak anda akan memberikan yang terbaik untuk kita”. Kalau kita sudah memberikan yang terbaik untuk ternak kita akan tetapi ternak belum atau tidak juga menampilkan produksi terbaiknya maka perlu mengafkir ternak tersebut dan menggantinya dengan yang baru.


telur tetas, mesin tetas, mesin penetas telur, telur menetas, penetas telurwww.sentralternak.com, Banyaknya permintaan dan pembelian mesin tetas pada usaha kami menjadi tanda tanya tersendiri bagi kami, untuk apa membeli mesin tetas?. Sebuah pertanyaan yang cukup mendasar akan tetapi kalau kita cermati ada rahasia tersembunyi di balik itu. Alasan mereka membeli mesin tetas sangat beragam, mulai dari yang ingin investasi kecil-kecilan, mau coba-coba menetaskan sendiri, membelikan orang tua biar ada kesibukan, sampai alasan karena ingin mengembangkan ternaknya. Untuk itu kami ingin menuliskan sedikit tentang usaha ini (menetaskan telur) walau usaha yang dijalankan dalam skala kecil. Yang menjadi catatan adalah jangan pernah meremehkan hal yang kecil, sudah banyak bukti bahwa hal-hal besar hanya bermula dari perkara yang kecil. Begitu juga usaha menetaskan telur terutama ayam kampong, siapa tahu sekarang hanya sekedar iseng menetaskan dan kalau Allah SWT menghendaki suatu saat nanti menjadi suatu usaha pokok yang bisa menopang hidup kita.

Categories