vaksinasi, vaksinwww.sentralternak.com, Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati, itulah ungkapan pertama kami untuk memulai menulis artikel ini. Banyak cara yang ditempuh oleh peternak untuk menjaga ternaknya tetap sehat, terhindar dari serangan penyakit sehingga mampu menampilkan produksi terbaiknya dan memberikan keuntungan bagi si peternak. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa sanitasi yang ketat adalah kunci utama dari sebab timbulnya penyakit atau penyebaran penyakit. Akan tetapi program vaksinasi juga tidak kalah pentingnya dalam rangka mencegah penyakit yang kemungkinan timbul.

Vaksin adalah mikroorganisme yang dilemahkan dan apabila diberikan kepada ternak tidak akan menimbulkan penyakit, melainkan untuk merangsang pembentukan antibody (zat kebal) yang sesuai dengan jenis vaksinnya. Tujuan vaksinasi adalah membuat ternak mempunyai kekebalan yang tinggi terhadap satu peyakit tertentu. Dan hasil nyata yang akan diperoleh dari program vaksinasi adalah tingkat kesehatan dan produktivitas.

14th May, 2010

Profile Itik Peking

itik peking, bebek peking, peking duckwww.sentralternak.com, Itik peking berasal dan dikembangkan pertama kali di daratan Tientsien, Cina. Itik peking kali pertama didatangkan dari Cina ke Amerika Serikat pada tahun 1870. Popularitasnya sebagai itik penghasil daging telah menyebar ke seluruh dunia, baik di belahan bumi utara maupun selatan, termasuk di daerah tropis. Itik peking memiliki badan yang lebih kompak di bandingkan dengan beberapa jenis itik lainnya.Dalam bidang pembibitan, itik peking banyak disilangkan dengan itik jenis lain guna untuk memperbaiki penampilan keturunannya. Jenis itik yang sering disilangkan dengan itik peking di antaranya itik alyesbury. Untuk daerah Indonesia sendiri, itik ini banyak disilangkan dengan jenis itik kaki Campbell, mojosari dan jenis itik lainnya. Hasilnya pun tidak perlu diragukan lagi, akan tetapi perlu usaha penelitian lagi lebih lanjut untuk pengembangannya.

kandang-penggemukan.jpegwww.sentralternak.com, Kalau kita perhatikan, tingkat konsumsi protein hewani masyakarakat sekarang menunjukkan grafik yang terus meningkat seiring dengan tingkat pendapatan dan kesadaran masyarakat. Sebenarnya ini adalah peluang usaha dari sisi pemenuhan kebutuhan daging baik daging ruminansia maupun daging unggas. Dari segi tingkat kebutuhan daging unggas, daging itik menduduki peringkat kedua setelah daging ayam disusul kemudian oleh daging puyuh dan merpati.

Selama ini pemenuhan kebutuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis masa produktifnya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengan marak dan berkembangnya bisnis kuliner seperti resto dan yang semisalnya yang menyajikan menu masakan daging bebek (itik). Maraknya resto dan warung tenda yang menyajikan menu bebek seperti lalapan bebek goreng, bebek bakar, dan bebek presto di berbagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging. Menu olahan daging bebek ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner. Tak ayal jumlah permintaan daging itik naik sedangkan ketersediaan barang sedikit sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjanjikan dan semakin terbuka lebar.


penggemukan itik, itik pedagingwww.sentralternak.com, Sebuah pertanyaan masuk kepada kami yang membuat kami sedikit berpikir sejenak untuk menjawabnya. Pertanyaan tersebut adalah “saya tertarik dengan usaha ternak itik akan tetapi saya masih bingung mana yang lebih menguntungkan : apakah usaha itik petelur atau usaha itik pedaging?”. Sebuah pertanyaan yang singkat menurut kami akan tetapi untuk menjawabnya bukanlah hal yang mudah. Maka pada kesempatan kali ini kami mencoba memberikan sedikit gambaran dan solusi dalam menghadapi masalah tersebut.

Pada awal domestikasi (penjinakan), sebenarnya semua itik sama dalam bentuk, berat badan, kemampuan menghasilkan telur , bahkan dalam warna bulu. Jadi, pada awalnya tidak ada pembedaan antara itik petelur dengan itik pedaging. Setelah domestikasi, seleksi dan pemuliaan terbentuklah itik dengan berat, bentuk,  dan kemampuan menghasilkan telur, dan warna bulu yang beragam. Itik yang produktif menghasilkan telur disebut dengan itik petelur dalam hal ini terwakili oleh itik betina sedang itik yang tidak produktif menghasilkan telur disebut dengan itik pedaging yang dalam hal ini terwakili oleh itik jantan dan itik betina afkir.

kandang-ayam.jpegwww.sentralternak.com, Berbicara masalah kandang untuk ayam kampung mungkin masalah yang masih asing bagi kita, maklum system pemeliharaan ayam kampung selama ini masih bersifat umbaran (ekstensif). Yaitu ayam kampung dibiarkan tidur di mana saja yang penting masih terlihat pulang ke rumah. Padahal kalau kita sedikit meluangkan waktu untuk memperhatikan masalah kandang ayam kampung maka tidak mustahil banyak sisi manfaat yang akan kita dapatkan. Karena mau diakui atau tidak kandang memegang peranan penting sebagai penyebab timbulnya penyakit dan penyebaran penyakit.Pada peternakan-peternakan dengan model semi intensif atau intensif, kandang ayam kampung sudah mendapat perhatian khusus. Mereka sudah pelajari dan sadar akan pentingnya fungsi kandang untuk ternak mereka seperti halnya arti pentingnya rumah untuk tempat tinggal kita. Apakah kita akan bisa merasa nyaman, enjoy, dan menghasilkan karya terbaik kita di rumah yang kumuh, berdebu, berbau, tidak aman atau bahkan di rumah yang tanpa atap? Ternak kita pun sama, mereka akan demikian dan sebaliknya mereka akan mampu menampilkan produksi terbaiknya kalau kandang yang mereka tempati bersih, nyaman, bersih, udaranya segar, aman dan terlindung dari semua hal yang bisa membahayakan bagi ternak itu sendiri.

26th Apr, 2010

Alternatif Judul Skripsi

Sebenarnya banyak permasalahan yang ada di lapangan akan tetapi kita belum tahu sisi ilmiahnya. Sehingga kita hanya bisa menduga dan menduga akan sebab-akibat yang terjadi. Maka menjadi tugas para akademisi untuk mengungkap sisi ilmiah menurut ilmu pengetahuan dan nantinya dari hasil tersebut dipublikasikan kepada masyarakat agar pengetahuan masyarakat semakin bertambah.

Kami dari manajemen sentralternak berusaha untuk menjembatani antara peternak dengan pihak akademisi khususnya mahasiswa Fakultas Peternakan untuk meneliti permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan. Maka dalam kesempatan ini kami akan mengetengahkan beberapa judul skripsi yang mungkin bisa menjadi sumber inspirasi anda untuk meraih gelar Sarjana rekan-rekan semua :

  1. Pengaruh pemberian alas jerami dalam kandang itik terhadap …
  2. Pengaruh penyediaan kolam air dalam kandang itik terhadap daya fertilitas telur itik…
  3. Pengaruh penambahan vitamin B komplek pada proses penetasan terhadap daya tetas telur itik/ayam
  4. Pengaruh pemberian air jeruk nipis pada proses penetasan terhadap daya tetas telur itik/ayam
  5. Pengaruh lama simpan telur tetas terhadap daya tetas telur itik
  6. Pengaruh umur induk itik terhadap daya hidup anak itik…
  7. Analisa keuntungan ekonomi beternak itik jantan skala 500 ekor
  8. Analisa keuntungan ekonomi beternak itik petelur dari itik siap telur
  9. Analisa keuntungan ekonomi beternak itik petelur pada periode ke-2
  10. ……….


pemberian pakan, kandang battery, kandang ayamwww.sentralternak.com, Tak jarang seorang peternak mengeluh dan merasa prihatin dengan kondisi ekonomi dunia yang sedang lesu. Karena cepat atau lambat, dia yakin dampaknya akan menghantam industri peternakan. Kondisi perekonomian global selalu menjadi kambing hitam tatkala usaha yang kita rintis sedikit mangalami kesuraman dan mungkin pada akhirnya akan tutup usaha alias bangkrut. Lempar batu dan sembunyi tangan, mungkin itulah peribahasa yang pas buat gambaran kondisi di atas.

Mengapa kami ibaratkan dengan peribahasa di atas? Karena kita jarang bahkan mungkin tidak pernah melakukan introspeksi diri terhadap manajemen yang selama ini kita terapkan pada usaha kita. Kita lebih senang menuduh kalau kesuraman atau bangkrutnya usaha kita disebabkan oleh factor luar daripada factor dari dalam. Padahal factor dari dalam tidak sedikit menjadi salah satu penyebab utama dalam hal tersebut.


itik siap telur, bayahwww.sentralternak.com, Tak seperti ayam petelur, produktivitas ternak itik masih jauh di bawah ayam petelur. Produktivitas bertelur itik adalah hasil perbandingan antara jumlah telur yang dihasilkan dengan populasi itik dalam satu kelompok. Misalnya, satu kandang koloni berisi 100 ekor itik masa produksi menghasilkan 60 butir telur per hari, maka dapat dihitung tingkat produktivitasnya adalah 60%. Dengan demikian, 40% di antaranya belum memasuki masa produksi atau sudah terlewat masa produktifnya. Itulah sebabnya, penting untuk mencari bibit itik yang seragam dari sumber yang sama.

Adalah itik mojosari salah satu itik lokal yang direkomendasikan sebagai salah satu jenis itik lokal petelur unggul. Menurut catatan, itik ini mampu berproduksi sekitar 220-250 butir per tahun lebih tinggi sedikit dari itik lokal lainnya yang berproduksi sekitar 180-230 butir per tahun. Hasil tersebut diperoleh dengan pemberian pakan sebanyak 120-150 gram/ekor/hari. Pakan yang diberikan memiliki kandungan protein 21% dan energi metabolis sebesar 2.970 kkal/kg. Untuk lebih mengenal itik mojosari ini dapat melihat kembali artikel kami yang lainnya dengan judul “Profile Itik Mojosari”.


perkembangan embrio dalam telurwww.sentralternak.com, Masa pengeraman selama 21 hari merupakan masa yang kritis untuk menentukan menetasnya seekor anak ayam lagi di dunia ini. Embrio di dalam telur ini tumbuh secara luar biasa setiap harinya sampai akhirnya menetas menjadi anak ayam dan menghirup udara dunia. Dengan mengetahui perkembangan embrio semasa pengeraman harapannya adalah hasil yang kita capai nantinya (daya tetas) lebih maksimal dan sesuai harapan.

Artikel ini kami salin dari buku yang berjudul “Sukses Menetaskan Telur Ayam” yang disusun oleh tim redaksi agromedia pustaka dengan beberapa tambahan yang diperlukan. Secara garis besar, perkembangan embrio selama 21 hari pengeraman adalah sebagai berikut :


merpati, merpati daging, merpati balapMerpati atau burung dara (jawa=doro) sejak dulu telah dimanfaatkan untuk menghasilkan daging, sport, lomba, pertunjukan dan bahkan untuk keperluan komunikasi (merpati pos). Untuk keperluan produksi daging wujud yang paling disukai adalah daging merpati yang masih muda (squab) atau yang lebih dikenal dengan sebutan piyek. Daging merpati berwarna gelap, empuk, lembab dan menempati kelas yang sama dengan daging kepiting, daging sapi muda (veal), atau kambing muda. Squab (piyek) adalah sebutan untuk anak merpati yang masih berumur antara 25-30 hari, kelezatan dan keempukan dagingnya akan menurun setelah umurnya lebih dari 30 hari.

Categories