Memilih Calon Induk (Seri-Ayam Kampung)

Untuk menghasilkan DOC yang berkualitas atau telur tetas yang baik maka perlu dipilih calon induk yang baik. Di antara ciri-ciri betina calon induk yang baik adalah :

  1. Bulu mengkilat (menandakan ayam sehat)
  2. Kakinya tampak segar (warna kuning mengkilat) dan tidak kering
  3. Lebar tulang dubur (os. pubis) 2-3 jari
  4. Jarak antara tulang dada dengan tulang dubur 4-5 jari (semakin lebar semakin baik karena mampu menandakan bahwa ayam mampu menyimpan telur dalam jumlah banyak)
  5. Umur lebih dari satu tahun walaupun ayam betina sudah mampu memproduksi telur pada umur 6-7 bulan
  6. Mempunyai sayap yang terlihat mengembang lebar (menandakan ayam mampu bertelur banyak dan mampu untuk mengeraminya dalam jumlah yang banyak pula)

Sedangkan ciri-ciri jantan calon induk antara lain :

  1. Ayam terlihat sehat (mata tajam, paruh kuat, terlihat galak, warna jengger merah menyala)
  2. Umur lebih dari satu tahun walaupun ayam jantan telah mencapai dewasa kelamin (siap mengawini) pada umur 9-10 bulan.
  3. Pejantan bukan hasil keturunan induk betina.*(SPt)

Tips untuk mendapatkan pejantan berkualitas :
Anda bisa membeli pada tukang sabung ayam ayam jago yang telah kalah di arena adu jago (bukan berarti kami menganjurkan untuk adu jago dll, karena hal itu di dalam agama Islam). Ayam jago yang kalah di arena biasanya di beri nama “jago pedotan”. Tak perlu  khawatir tentang kualitas apalagi harga. Selamat mencoba trik ini tapi jangan sampai trik ini bocor ke tukang adu jago. Dokumen Rahasia

Anda dapat mengcopy artikel ini dengan menyebutkan sumber : www.sentralternak.com

1 thought on “Memilih Calon Induk (Seri-Ayam Kampung)”

  1. sharing dong pak,,,, aku punya ayam yang baru perdana bertelur hari ini. Karena kemaren2 ayamnya berkotek2 tapi gak bertelur jadi ta cuekin. Pas liat gelagat si betina kok kayalk abis bertelur, ta cek ke tungku api tempat biasa baka2 ikan, ga ada telur, soalnya ayamnya tadi obok2 disitu. Taunya ketemu telur dekat baskom cuci piring, mana ujungnya retak lagi.
    Gimana ya caranya biar si betina bertelur ditempat yang kita buat? Tadi saya bikinkan tempatnya dan telurnya saya taruh disitu eh malah diceker2 sama sibetina.
    Apa si betina bertelur setiap hari pak?

    Reply

Leave a Comment